
PERSIBA Balikpapan merupakan tim yang cukup agresif. Selama menjalani 34 pertandingan musim kompetisi 2009/2010 lalu, Beruang Madu melesakkan 44 gol ke gawang lawan. Agresif- nya barisan depan Persiba itu ditunjang oleh lini belakang yang kokoh. Nah, Muhammadan merupakan salahsatu pilar benteng kokoh Persiba.
Pemain kelahiran Denpasar 33 tahun silam ini telah 3 musim merumput di Persiba. Sejak Persiba masih berkutat di Divisi Utama tahun 2007 lalu. Satu musim kemudian, format Divisi Utama berubah menjadi Indonesia Super Liga (ISL). Tak ada lagi pembagian wilayah timur dan barat. Muhammadan merupakan bagian penting dari tim Persiba di bawah tangan dingin Peter Butler.
Di Persiba, Muhammadan merupakan tandem sehati di lini belakang bersama sang kapten Mijo Dadic. Keduanya berdiri sejajar sebagai benteng terakhir pertahanan Persiba. Tiga musim bermain bersama, tentunya kedua pemain ini sudah mengenal karatket satu sama lain. Keduanya saling menutupi.
Mijo yang kerap naik ke atas untuk membantu serangan merasa nyaman meninggalkan posnya yang langsung ditutup oleh Muhammadan. Mijo memang sering naik ketika Persiba mendapat corner kick. Persiba merupakan penganut formasi menyerang dengan skema 3-5-2 atau 3-4-3.
Untuk itu, diperlukan 3 pemain belakang yang berdiri sejajar. Musim lalu, trio bek Persiba diisi oleh Mijo Dadic, Muhammadan dan Anam Syahrul. Ketiga berdiri sejajar untuk menghalau semua serangan. Jika Anam membantu serangan, Muhammadan menutup posnya.
Kalau Mijo yang sedang naik ke atas, Muhammadan juga yang akan menutup posnya di belakang. Muhammadan sendiri merupakan tipe bek yang disiplin. Dia jarang membantu serangan tapi tangguh di lini belakang. “Dia sangat disiplin. Saya tiga tahun bermain dengan dia, ” kata Mijo, tandemnya di lini belakang.
Nah, untuk musim ini, Mijo dan Muhammadan kedatangan pemain belakang baru. Dia adalah Bahtiar Mahrus. Ketiganya akan bahu- membahu menutup pos central di lini belakang. Sejauh ini, kerja sama ketiganya cukup apik.
Di turnamen Inter Island Cup (IIC), trio bek itu baru kebobolan tiga gol di dua pertandingan. Tak terlalu bagus memang, tapi juga tidak terlalu buruk untuk trio yang baru terbentuk itu.
Support By : Balikpapaner's
0 komentar:
Posting Komentar