Kurang maksimalnya performance penampilan tim Persiba Balikpapan dalam enam laga yang telah dilalui pada musim Kempetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011. Termasuk ketika hanya bermain imbang 1-1 saat derby menjamu Bontang FC, membuat manajemen meminta kepada pelatih Junaidi untuk bersikap lebih tegas kepada semua pemainnya baik lokal maupun asing.
Sebagaimana pula diterangkan oleh aspek legal Persiba, Dr. M. Muhdar, pelatih Junaidi tidak perlu ragu lagi untuk memberikan sanksi kepada semua penggawa jika melakukan perbuatan yang masuk kategori indisipliner. Karena dikhawatirkan dari sikap pemain yang indisipliner tersebut akan berdampak negatif kepada tim. “Karena itu sudah jelas dalam adendum kontrak yang kami buat, pelatih memikili wewenang memberikan peringatan kepada pemainnya. Karena itu sialhkan pelatih memberikan laporan kepada manajemen terkait hal tersebut,” ucap Muhdar.
Jadi, lanjut Muhdar yang juga guru besar di salah satu perguruan tinggi swasta tersebut. Jika Junaidi sebagai pelatih melayangkan hingga tiga kali peringatan tertulis dan dilaporkan ke manajemen tidak menutup kemungkinan sanksi berat pun akan diterima pemain bersangkutan. “Termasuk dengan sanksi berat, Persiba bisa saja melepas pemain tersebut,” ucap Muhdar.
Tidak hanya sekedar indisipliner pemain saja, tapi dalam ketentuan tersebut juga menyangkut laporan soal performance pemain. Kata Muhdar, jika ada pemain yang terus menunjukkan grafik performance menurun yang artinya tidak lagi mampu memperbaiki performancenya itupun akan berdampak berat kepada pemain tersebut.
“Dalam adendum tersebut sudah jelas, jika pemain tersebut melanggar apa yang tertera dalam edendum tersebut manajemen berhak memberikan sanksi,” tegasnya.
Menyikapi kabar miring terkait kurang maksimalnya fisik pemain Persiba disebabkan kurang disiplinnya pemain menjaga kondisi mereka. Selaku ketua umum, Syharil HM Taher tidak ingin menjadikan adendum tersebut untuk mencari-cari kambing hitam kepada pemainnya. “Hany saja dengan adanya adendum tersebut, sebagai pelatih Junaidi bisa lebih tegas lagi kepada pemainnya. Termasuk memberikan sanksi kepada mereka yang tidak disiplin,” katanya.
“Apalagi jika sampai kedapatan pemain yang kerap keluar malam melebih batas waktu yang ditetapkan. Saya minta agar penjaga di mess Persiba dapat mengontrol jam malam kepada semua pemain,” sambung Syahril.
Boleh-boleh saja, kata Syahril pemainnya untuk keluar malam. Hanya saja ada batasan-batasa yang harus dipegang. “Karena dampaknya, jika pemain tersebut indisipliner tentunya kepada tim sendiri. Kasihan jika Junaidi yang selama ini melakukan pendekatan dengan baik, justru pemainnya bertingkah tidak baik, demikian pula nanti imbasnya kepada kami pengurus,” tandas Syahril.
Syahril meyakini mudah menurunnya stamina pemainnya tersebut karena kurang disiplinnya mereka dalam menjaga kondisi termasuk dalam latihan. “Karena kami tahu bagaimana Junaidi memberikan program latihan kepada pemainnya, jika cepat mengalami penurunan fisik saat bertanding, sudah tentu karena kurang disiplinnya pemain menjaga kondisi mereka,” sebut bapak dua anak ini.
Sebelumnya, selaku manajer Jamal Al Rasyid juga sudah melakukan pertemuan dengan jajaran pelatih. Dalam pertemuan tersebut kata Jamal juga di bahas terkait sanksi kepada pemainnya yang indisipliner.
“Bahkan kami sepakat dalam pertemuan tersebut akan mengenakan sanksi kepada pemain yang melanggar aturan dengan sanksi sebesar Rp 500 ribu. Tapi itu memang belum kami terapkan untuk meningkakan tingkat disiplin pemain kami,” beber Jamal. Termasuk menurut Jamal, jika ada pemainnya yang mengaku sakit tapi dari keterangan dokter tidak sakit pemain tersebut tetap harus menerima sanksi. (afk)
0 komentar:
Posting Komentar