BALIKPAPANER'S - Jalan juara memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, dan untuk menggapai juara diperlukan proses yang begitu panjang. Admin (4) sebagai penulis menyadari bahwa banyak sekali aspek-aspek yang perlu dimiliki terlebih dahulu oleh Skuad Beruang Madu untuk menggapai tahta tertinggi di persepakbolaan Indonesia (juara).
Sebagai contoh Juara musim lalu, Arema Indonesia. Disamping sindiran sinis sebagian orang yang mengatakan "juara titipan", admin mencoba berpikir realistis dan "sedikit" berpikiran positif. Kita ketahui Arema Indonesia menjadi Juara tidak lepas dari pemain ke-12 nya, Aremania. Mereka (Aremania) "rela" bersatu padu mengesampingkan "kepentingan-kepentingan"/
egoistis demi terciptanya suasana angker didalam stadion. Hal tersebut banyak membantu lawan-lawan Down sebelum laga dimulai. Tanpa bermaksud mengesampingkan semangat juang pemain+pelatih mereka.
Persipura, jika kita mendengar nama tim ini, Pasti kita sudah mengetahui seberapa jauh prestasi mereka di blantika persepakbolaan indonesia. Persipura merupakan Big Team yang selalu konsisten menempati posisi papan atas ISL (Indonesia Super League). Bahkan pada musim lalu, Persipura sukses membayangi Arema di posisi kedua setelah pada awal musim sempat terseok-seok di papan tengah. Tampaknya Persipura sangat ngotot ingin kembali ke "habitat aslinya yaitu papan atas. Laga kandang mereka sikat, laga tandang tanpa ampun mereka embat. Sungguh mental Juara dari anak-anak papua yang memiliki julukan mutiara hitam. Apa sebab? Persipura juga tidak mudah menggapai semua itu, Persipura memiliki aspek yang kuat dalam hal pembinaan pemain lokal potensial.
Hampir "daftar isi" skuad nya, dihuni pemain lokal seperti Boaz Solossa bersaudara, Ricardo Salampessi, sampai bintang muda baru Lukas Mandowen. Seperti tidak pernah habis Mutiara-mutiara yang dihasilkan oleh Persipura. Nama terakhir, kembali dilirik PSSI untuk rekomendasi pemain timnas.
Persipura juga jarang sekali "mengobral" pemainnya di akhir musim, suatu langkah baik yang mengadopsi tim-tim profesional eropa. Jika mendepak, paling 30-40% dari keseluruhan jumlah pemain. Hal ini membantu Persipura sebagai tim yang berkarakter dan kokoh.
Bagaimana dengan Sriwijaya FC Palembang? Tim yang pernah merasakan juara double winner tersebut juga memiliki aspek yang sangat mendukung untuk mencapai prestasi tertingginya. Sriwijaya kita ketahui merupakan tim besar yang di dukung oleh pemprov Sumatera Selatan. Selain dukungan berupa materi (bonus), Sriwijaya FC juga di dukung fasilitas infrastruktur yang bonafit, menjadikan Sriwijaya disegani lawan-lawannya. Stadion Jakabaring bahkan pernah menjadi stadion yang menghelat ajang Piala Asia.
"Persiba susah menjadi juara bro, saya prediksi bisa juara setelah fisik Balikpapan Stadium (stadion batakan) berdiri". Ungkap mantan pemain Persiba Balikpapan musim lalu yang tidak mau dipublikasikan kepada admin.
Apa pasal? Dan apa hubungannya juara dengan infrastruktur/fasilitas? Kita bercermin pada pelatih papan atas saat ini, Robert Rene Albert, dimana saat dilirik PSM, Robert sangat "cerewet" kepada manajemen PSM dengan meminta fasilitas lapangan & latihan (training camp) yang memadai. Robert melihat training camp sebagai fasilitas yang harus dimiliki sebuah tim agar pelatih dan pemain mudah bekerja dengan maksimal.
Kembali ke Sriwijaya FC, tim ini kita ketahui memiliki kualitas rumput stadion yang bisa kita kasih jempol. Kerataan rumput lapangan membuat pemain mudah menerapkan strategi yang di instruksikan pelatih. Pemain mudah mengembangkan permainannya dan mereka tidak takut akan cedera.
Aspek-aspek tersebut yang harus segera diadopsi Persiba Balikpapan, sekali lagi Juara itu tidak mudah. Diperlukan perjuangan dan pengorbanan dari masing-masing pihak. Target juara itu mudah di canangkan, akan tetapi jika tidak didukung aspek-aspek tersebut, justru target juara hanya akan menjadi beban bagi pemain dan pelatih. Yang ujung-ujungnya, mereka lah yang di"kambing-hitamkan" dengan kemerosotan prestasi. (BALIKPAPANERS)
Persipura, jika kita mendengar nama tim ini, Pasti kita sudah mengetahui seberapa jauh prestasi mereka di blantika persepakbolaan indonesia. Persipura merupakan Big Team yang selalu konsisten menempati posisi papan atas ISL (Indonesia Super League). Bahkan pada musim lalu, Persipura sukses membayangi Arema di posisi kedua setelah pada awal musim sempat terseok-seok di papan tengah. Tampaknya Persipura sangat ngotot ingin kembali ke "habitat aslinya yaitu papan atas. Laga kandang mereka sikat, laga tandang tanpa ampun mereka embat. Sungguh mental Juara dari anak-anak papua yang memiliki julukan mutiara hitam. Apa sebab? Persipura juga tidak mudah menggapai semua itu, Persipura memiliki aspek yang kuat dalam hal pembinaan pemain lokal potensial.
Hampir "daftar isi" skuad nya, dihuni pemain lokal seperti Boaz Solossa bersaudara, Ricardo Salampessi, sampai bintang muda baru Lukas Mandowen. Seperti tidak pernah habis Mutiara-mutiara yang dihasilkan oleh Persipura. Nama terakhir, kembali dilirik PSSI untuk rekomendasi pemain timnas.
Persipura juga jarang sekali "mengobral" pemainnya di akhir musim, suatu langkah baik yang mengadopsi tim-tim profesional eropa. Jika mendepak, paling 30-40% dari keseluruhan jumlah pemain. Hal ini membantu Persipura sebagai tim yang berkarakter dan kokoh.
Bagaimana dengan Sriwijaya FC Palembang? Tim yang pernah merasakan juara double winner tersebut juga memiliki aspek yang sangat mendukung untuk mencapai prestasi tertingginya. Sriwijaya kita ketahui merupakan tim besar yang di dukung oleh pemprov Sumatera Selatan. Selain dukungan berupa materi (bonus), Sriwijaya FC juga di dukung fasilitas infrastruktur yang bonafit, menjadikan Sriwijaya disegani lawan-lawannya. Stadion Jakabaring bahkan pernah menjadi stadion yang menghelat ajang Piala Asia.
"Persiba susah menjadi juara bro, saya prediksi bisa juara setelah fisik Balikpapan Stadium (stadion batakan) berdiri". Ungkap mantan pemain Persiba Balikpapan musim lalu yang tidak mau dipublikasikan kepada admin.
Apa pasal? Dan apa hubungannya juara dengan infrastruktur/fasilitas? Kita bercermin pada pelatih papan atas saat ini, Robert Rene Albert, dimana saat dilirik PSM, Robert sangat "cerewet" kepada manajemen PSM dengan meminta fasilitas lapangan & latihan (training camp) yang memadai. Robert melihat training camp sebagai fasilitas yang harus dimiliki sebuah tim agar pelatih dan pemain mudah bekerja dengan maksimal.
Kembali ke Sriwijaya FC, tim ini kita ketahui memiliki kualitas rumput stadion yang bisa kita kasih jempol. Kerataan rumput lapangan membuat pemain mudah menerapkan strategi yang di instruksikan pelatih. Pemain mudah mengembangkan permainannya dan mereka tidak takut akan cedera.
Aspek-aspek tersebut yang harus segera diadopsi Persiba Balikpapan, sekali lagi Juara itu tidak mudah. Diperlukan perjuangan dan pengorbanan dari masing-masing pihak. Target juara itu mudah di canangkan, akan tetapi jika tidak didukung aspek-aspek tersebut, justru target juara hanya akan menjadi beban bagi pemain dan pelatih. Yang ujung-ujungnya, mereka lah yang di"kambing-hitamkan" dengan kemerosotan prestasi. (BALIKPAPANERS)
SUPPORT BY : BALIKPAPANERS
0 komentar:
Posting Komentar