BALIKPAPAN, - Libur kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010-2011 seakan waktu yang tepat bagi Galih Sudaryono. Penjaga gawang Persiba Balikpapan ini akan mempersunting gadis idamannya Lia Dwita Okmawati. Kiper dengan gaya rambut nyentrik ini akan melangsungkan akad nikah pada Minggu (5/12).
Galih mengaku grogi dan deg-degan melepas masa lajangnya. Walau selama ini sudah lama berhubungan dengan sang kekasih. Ia menceritakan Lia adalah gadis yang sangat memperhatikan dirinya selama berkarir di dunia sepakbola.
Tidak peduli dimainkan atau dicadangkan oleh pelatih. Galih selalu mendapat dukungan dari kekasihnya agar tetap terus berjuang menekuni sebagai penjaga gawang. "Kita tidak pernah lepas dari komunikasi melalui telepon atau SMS (pesan singkat)," kata Galih yang kini sedang mempersiapkan acara resesp pernikahannya di Solo, Jawa Tengah.
Galih memohon doa restu kepada pengurus, manajemen, tim dan Persibamania atas acara penikahannya. Serta doa kelanggengan rumah tangga yang akan dibinanya bersama Lia. "Saya mohon doa restu kepada semua agar perjalanan rumah tangga saya nanti langgeng serta menjadi keluarga sakinnah mawaddah warrahmah," ucapnya.
Tidak peduli dimainkan atau dicadangkan oleh pelatih. Galih selalu mendapat dukungan dari kekasihnya agar tetap terus berjuang menekuni sebagai penjaga gawang. "Kita tidak pernah lepas dari komunikasi melalui telepon atau SMS (pesan singkat)," kata Galih yang kini sedang mempersiapkan acara resesp pernikahannya di Solo, Jawa Tengah.
Galih memohon doa restu kepada pengurus, manajemen, tim dan Persibamania atas acara penikahannya. Serta doa kelanggengan rumah tangga yang akan dibinanya bersama Lia. "Saya mohon doa restu kepada semua agar perjalanan rumah tangga saya nanti langgeng serta menjadi keluarga sakinnah mawaddah warrahmah," ucapnya.
Mengasah Diri Jaga Gawang
Penjaga gawang Galih Sudaryono berusia 23 tahun mengaku tidak memiliki kesan istimewa saat dimainkan menjamu PS Semen Padang. Apalagi gawangnya kebobolan saat pertandingan baru berjalan menit. Beruntungnya timnya sukses menyamakan kedudukan 1-1 berkat gol Eki Nurhakim di babak kedua.Hanya saja ia perlu mengasah diri karena selalu memanaskan bangku cadangan. Sebab ketika membela Pro Duta FC ia tidak pernah tercatat sebagai kiper cadangan. "Sebenarnya biasa saja ketika diminta pelatih bermain sebagai starter. Tapi saya merasa perlu diasah seperti pisau yang jarang dipakai," ungkapnya.
Galih optimistis bisa memberi kontribusi positif untuk Beruang Madu. Hanya peluang saja sedang dinantinya untuk menunjukkan keahliannya di bawah mistar gawang. "Kesempatan itu pasti ada dan itu akan saya manfaatkan sebaik mungkin," ujar kiper murah senyum ini. (afk)
0 komentar:
Posting Komentar