SEMEN Padang (SP) tampil luar biasa kemarin. Tim besutan Niel Maizar itu melakukan serangan dan bertahan sama baiknya. Ketika bertahan seluruh pemain turun, ketika menyerang, hampir seluruh pemain mem-back up.Timnya menang karena bermain lebih agresif.
“Hasil ini sesuai dengan target kami, mencuri poin di kandang Persiba. Terserah mau diberikan poin berapa saja, kami akan bersyukur,” kata Niel, merendah.
Niel menuturkan, dia merasa sangat bangga dengan seluruh pemainnya. Mereka melakukan semua instruksinya dengan sangat baik. Ketika bertahan, semua pemain turun ke belakang termasuk pemain depan. Mobilitas para gelandangnya juga sangat tinggi. Tim ini bekerja sangat keras hari ini.
“Anak-anak bermain hebat, saya bangga dengan permainan mereka hari ini,” tuturnya lagi.
Niel melanjutkan, dirinya memang meminta agar semua pemain bisa bertahan dan menyerang. Artinya, ketika menyerang, pemain belakang juga harus mem-back up. Pun begitu tim sedang diserang. Pemain depan harus menjadi orang pertama yang berusaha menghentikan aliran bola. Nah, strategi itu dijalankan dengan sangat baik.
Pressing-pressing yang dilakukan para pemainnya juga berjalan dengan baik. Pemain Persiba tak leluasa berlama-lama dengan bola. Sebab, selalu ada pemainnya yang mengganggu. Dan itu dilakukan secara bergantian. Mulai dari pemain depan sampai pemain belakang.
“Tak ada kata lain, saya bangga dengan semua pemain hari ini. Mereka beristirahat cukup panjang dan tampil dengan semangat yang luar biasa. Ini hasil yang sangat pantas,” ucapnya.
Sementara itu, manajer tim Semen Padang Asdian ST mengaku kecewa dengan aparat pertandingan. “Kami seperti menghadapi kesebelasan wasit,” keluh Asdian sambil mengancam timnya akan gabung ke Liga Primer Indonesia (LPI) jika PSSI tidak bisa memperbaiki kinerja wasit.
Asdian kecewa dengan kepemimpinan aparat pertandingan, terutama asisten wasit 1. Dirinya berharap kinerja wasit diperbaiki. “Saya senang dengan hasil imbang ini, dibandingkan menang,” imbuhnya.(afk)

0 komentar:
Posting Komentar