Hasil imbang ini menunjukkan inkonsistensi/tidak stabilnya permainan Persiba Balikpapan. Faktor-faktor fisik sepertinya menjadi masalah serius bagi tim binaan Junaedi atau yang biasa di sapa akrab BJ.
Laga sebelumnya saat menjamu Persiwa Wamena sesungguhnya merupakan permainan asli Persiba Balikpapan yang memiliki permainan khas ngotot dengan mengandalkan bola-bola cepat dari kaki ke kaki. Memang resikonya stamina pemain harus selalu prima. Disini dibutuhkan pemain yang memiliki stamina yang baik.
Saat menghadapi Semen Padang terlihat permainan Beruang Madu tidak sengotot saat menghadapi Persiwa, hal itu bisa dilihat di babak pertama, lini tengah Persiba seperti kehilangan motivasi dan tenaga, sehingga Elie Eboy dkk justru yang kerap kali membahayakan penjaga gawang ke-2 Galih Sudaryono. Ciri khas bola-bola pendek cepat diganti BJ dengan mengandalkan long passing yang tidak akurat.
Beberapa kali dewi fortuna berpihak kepada Galih, salah satunya tendangan melengkung Vizcara masih membentur mistar gawang. Galih terlihat harus bekerja ekstra keras dikarenakan leluasa nya Edward Junior dkk menggiring bola sampai ke kotak 16.
Beruntung pada babak kedua Syamsidar melakukan kecerobohan, dengan sedikit sontekan, Eki Nurhakim menyelamatkan "muka" Persiba dengan golnya di menit 59.
Dengan hasil 1 poin tersebut, Persiba masih tertahan di papan tengah. Suatu kado penutup libur panjang dan akhir tahun yang buruk, karena Persiba baru akan menjalani laga Kandang di awal tahun depan. (Balikpapaners)

0 komentar:
Posting Komentar