WWW.ANDIKAFREEKICK.BLOGSPOT.COM

KOTAK KOMENTAR

Minggu, 26 Desember 2010

Latihan Ringan

Posted by Andikawap Production On Minggu, Desember 26, 2010 No comments

TURNAMEN Ekshibisi Paguntaka sedang libur. Persiba sendiri masih menyisakan satu pertandingan lagi melawan Arema Indonesia. Laga akan dihelat 28 Desember. Mengantongi 3 poin setelah menang telak 4-0 atas tuan rumah, Mijo Dadic dkk menatap laga dengan optimisme tinggi.


“Anak-anak siap dengan laga tersebut. Mereka enjoy dan tak merasa ada beban,” kata Pelatih Persiba Junaidi.

Bang Jun – sapaan akrab Junaidi – menuturkan, sebelum melakoni pertandingan timnya memiliki waktu libur tiga hari. Dia memanfaatkannya untuk berlatih ringan. Dia memimpin para pemainnya berlatih ringan di luar hotel. Latihan ringan itu berfungsi untuk melemaskan otot dan menjaga fisik pemain tetap prima.

“Ya, sebelum bertanding pemain harus tetap bugar. Hanya latihan ringan biasa saja,” kata Bang Jun.

Bang Jun melanjutkan, meski tetap meminta para pemainnya bermain fight. Namun dia juga mewanti-wanti agar para penggawanya tak terlalu ngotot. Artinya, mereka lebih baik menghindar kalau benturan itu berakibat fatal. Para pemain sudah tahu itu, mereka bisa mengukur dan menjaga sendiri.

Di laga melawan Arema nanti, Bang Jun kemungkinan akan menurunkan komposisi yang sama ketika dia melawan Gelora Paguntaka. Dia akan memainkan skema 3-5-2. Menurut Junaidi, skema itu sepertinya lebih cocok dengan para pemainnya. Beberapa kali mencoba skema 4-4-2, namun tak berjalan dengan maksimal. Sebab, skema 4-4-2 harus ditopang oleh dua bek yang juga harus siap turun naik. Nah, dia tak memiliki dua bek sayap yang akan menopang sayap yang turun naik secara aktif.

“Kalau dengan skema 3-5-2 kita bisa bermain dengan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki. Pergeseran pemain juga saya lihat lebih baik. Mereka menikmati bermain dengan skema itu. Jadi, saya mungkin akan mencobanya lagi saat melawan Arema,” tuturnya.

Saat melawan Persija Jakarta di laga pertama, Junaidi menggunakan formasi 4-4-2. Menurutnya, saat itu pergeseran para pemainnya tak berjalan dengan baik. Koordinasi antar lini juga tak lancar. Akibatnya, bola tersendat dan mudah direbut musuh. Apalagi, Persija juga menggunakan skema yang sama. Memaksimalkan peran sayap dan dua bek yang turun naik untuk menyuplai lini depan.

“Persija punya beberapa pemain yang mampu menusuk dari sayap. Bek-bek mereka juga sering menusuk dari sayap. Kesalahan kita adalah meladeni permainan cepat mereka dengan juga bermain cepat. Melawan Arema nanti, kita akan bermain tik-tak dari kaki ke kaki. Pola 3-5-2 sangat tepat. Tinggal nanti bagaimana memperkuat barisan belakang ketika mendapat serangan balik,” imbuhnya.(qra)














0 komentar:

Posting Komentar