BALIKPAPAN – Meski menutup laga uji coba melawan Smarihexa dengan skor besar 10-0, namun Pelatih Persiba Junaidi masih merasa ada yang kurang sreg dengan penampilan anak asuhnya. Dia tak ingin timnya memburu gol. Tetapi berusaha memperbaiki pola permainan. Lawan yang dihadapi Persiba nanti bukan tim kacangan. Melawan Arema Malang, Persiba harus siap menahan gempuran hebat.
Sulit memang menjadikan uji coba melawan Smarihexa kemarin sebagai tolak ukur kekuatan Persiba sebelum berangkat ke Malang 16 Januari nanti. Kasta Smarihexa dan Persiba terlalu jauh. Itulah sebabnya, Junaidi tak mau para pemainnya hanya memburu gol dalam laga tersebut. Yang dia mau, Mijo dkk lebih berani menguasai bola dan memainkan umpan-umpan pendek di lapangan tengah.
Junaidi memainkan para pemain utamanya minus Aldo Barreto yang akan menjalani hukuman akumulasi kartu kuning ketika Persiba bertemu Arema 19 Januari nanti. Meski begitu, duet Sultan Samma dan Eki Nurhakim cukup kompak di lini depan. Di tengah, dua ujung tombak itu disokong oleh Robertino Pugliara, Donny F Siregar, Kim Yong Hee, Erik Setiawan dan Dwi Joko.
Eki membuka pesta melalui sundulan kepalanya memanfaatkan tendangan pojok. Gol lain diciptakan oleh Sultan Samma, Eka Santika dan Mahrus Bahtiar. Pertandingan uji coba kemarin berlangsung ketat.
Smarihexa menunjukkan perlawanan yang hebat. Tim besutan Eddy Ayub itu tak putus menyerang meski selalu kandas. Pertahanan Persiba di bawah komando Mijo Dadic terlalu tangguh bagi tim yang baru saja promosi ke Divisi Utama U-23 PSSI Balikpapan tersebut.
Junaidi menuturkan, dia sebenarnya ingin mengasah efektifitas penyerang timnya. Dia memerintahkan timnya bertahan. Lawan silahkan menyerang. Persiba akan menyerang melalui serangan balik cepat dan efektif. Tapi sayang, kondisi lapangan tak memungkinkan timnya bermain dengan pola seperti itu.
“Lapangannya agak becek. Sulit bermain dari kaki ke kaki,” kata Junaidi.
Meski begitu, Junaidi menghitung ada beberapa gol yang lahir dari pola serangan dan kerja sama apik. Dengan pola 3-5-2, Persiba memang lima gelandang. Nah, keunggulan di lapangan tengah itulah yang ingin dimaksimalkannya. Para pemainnya diminta untuk lebih banyak memainkan bola di lapangan tengah. Pemain belakang juga mesti berani memainkan bola dari kaki ke kaki sebelum mengirimkannya ke depan.
“Melawan tim dengan pertahanan seperti Arema, kita harus unggul penguasaan bola. Mereka punya pertahanan bagus. Pemain depannya juga oke punya,” ujar Junaidi. (qra)

0 komentar:
Posting Komentar