WWW.ANDIKAFREEKICK.BLOGSPOT.COM

KOTAK KOMENTAR

Sabtu, 22 Januari 2011

Excecutive Persiba Balikpapan Dhimyatie Riza Merasa Dirugikan

Posted by Andikawap Production On Sabtu, Januari 22, 2011 No comments

Seiring merosotnya kualitas ISL (Indonesia Super League) masih ada yang ingin memperkeruh kaeadaan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan, hal ini di alami Manajer Excecutive Persiba Balikpapan Dhimyatie Riza. Dirinya merasa dirugikan dengan pemberitaan di website pusamania.org yang merilis akun facebook milik pribadinya yang seolah-olah dirinya melakukan pelecehan terhadap suatu kelompok atau daerah.

"Bukan lagi seperti, terkesan, tampak atau terlihat, tapi JELAS2 dipaksakan menang hanya untuk menutupi rasa takut kalah dan ketidakmampuan serta tdk mau mengakui bhw lawan lebih baik agar terlihat perkasa. Ironisnya itu menjadi sbuah kebanggaan. Dan itu di tonton sluruh rakyat indonesia. Kasihan ya mereka yg sprt itu..." Tulis Riza dalam akun Facebooknya".


@all: ya... Biar org tau ga ada guna ke smd. Aku org smd asli. Lahir di Samarinda 36 thn yg lalu. Tidak ada perubahan sama sekali yg signifikan. Makanya aku pindah. Ga ada yg bs di banggakan d sana baik kotanya maupun orgnya.
Lucu aja liat pertanding...an live td d tv..."Lanjut Riza di wall nya.

Pernyataan terakhir ini yang membuat kuping pusamania "memerah" diakibatkan perseteruan ini meluas hingga ke masalah kota.

Saat dihubungi admin Balikpapaners.com melalui ponselnya, Riza justru terkaget dengan hal tersebut. Dia merasa tidak tahu menahu dengan pernyataan yang ada di akun Facebooknya. Dia merasa ada pihak lain yang ingin mencemarkan nama baiknya dengan cara meng-hack aku pribadinya tersebut.Justru dengan nada lirih dia mengatakan apa salah dia sehingga ada saja (hecker) yang mencoba merusak citra dia sebagai publik figur.

"Sejak saya dimalang saya sudah gak bisa buka akun lagi, sudah saya coba bobol lewat e-mai tetap tidak bisa sampai saya dibantu seorang teman, tetap juga hasilnya tidak bisa, jadi sebelum persisam bertanding saya sudah tidak bisa buka akun itu, nonton pertandingannya pun saya tidak karena kita (rombongan tim persiba) tiba dibandara jam 17.00 wita, dan setibanya dirumah pertandingan telah usai, jadi bagaimana saya membuat status seperti itu, selama ini saya tidak pernah merecokin urusan suporterl" tegas Riza kepada admin melalui SMS.

Riza mengatakan sedih terkait masalah ini, karena dia beranggapan sebagai putra yang dilahirkan di Samarinda sudah sepantasnya dia menjaga nama baik Samarinda, terlebih Samarinda merupakan satu Kalimantan Timur dengan Balikpapan. "Mana mungkin saya merusak citra baik keluarga saya dengan menghujat tempat kelahiran saya" tambahnya.

Justru dia berharap polemik ini bisa ditanggapin dengan kepala dingin, alangkah baiknya permasalahan sepakbola tidak dikaitkan dengan masalah budaya, sosial maupun politik. Sepakbola justru harus menjadi alat pemersatu bangsa, terutama Kalimantan Timur. (ad-3/ad-2 Balikpapaners)







0 komentar:

Posting Komentar