WWW.ANDIKAFREEKICK.BLOGSPOT.COM

KOTAK KOMENTAR

Rabu, 19 Januari 2011

Masih Andalkan APBD, Persiba Dianggap Manja

Posted by Andikawap Production On Rabu, Januari 19, 2011 No comments

BALIKPAPAN- Polemik pemberian dana hibah dari Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Balikpapan kepada tim sepak bola Persiba, membuat mantan Ketua Umum Persiba Balikpapan periode 1989-1992 Sofyan Asnawi, angkat bicara.


Menurut Sofyan, pemberian bantuan dana hibah dari APBD, tidak mencerminkan sebuah tim sepak bola profesional dan secara tidak langsung akan membuat tim tersebut merasa ketergantungan dan tidak akan bisa berkembang tanpa ada bantuan dari hibah APBD.

“Persiba akan manja, kalau hanya mengandalkan APBD terus, dan saya justru menghargai sikap Ketua DPRD, yang menunggu kejelasan aturannya terlebih dahulu,” kata Sofyan, di balaikota kemarin.

Diungkapkannya, Federasi Sepak Bola Tertinggi di dunia FIFA, ikut heran ketika mengetahui bahwa tim-tim sepak bola profesional di Indonesia, ternyata hanya mengandalkan APBD untuk membangun tim yang kuat.

“FIFA saja baru tahu, kalau di Indonesia, ternyata klub-klub bolanya andalkan APBD, dan itu mendapat perhatian khusus dari FIFA, karena itu tidak diperkenankan, jadinya tidak professional, karena dibiayai rakyat,” ungkap dia.

Dikatakannya, pemberin bantuan untuk tim kebanggaan warga Balikpapan tersebut, sah-sah saja, asal pemberian bantuan untuk  memberikan motivasi kepada tim Beruang Madu, agar lebih mandiri, dalam membangun sebuah tim yang akan disegani di Indonsia.

“Hitung saja, kalau setiap tahun mendapat hibah Rp 17 miliar. Kali saja, misal dalam 8 tahun terahir selalu mendapat hibah, mungkin sudah lebih Rp 100 miliar, dan angka segitu sudah bisa buat stadion sendiri, dan itu sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman saya sebagai ketua,” terangnya.

“Semenstinya, dari oprasional stadion itu, Persiba sudah bisa mendapatkan keuntungan besar, terutrama dari penjualan tiket, karena animo masyarakat juga cukup besar untuk menyaksikan langsung pertandingan di stadion, dan jika hasil penjualan tiket bisa dikelola dengan baik, perlahan Persiba akan lebih mandiri, dan tidak lagi mengandalkan APBD dalam pendanaan operasional tim,” sambungnya.

Selain memanfaatkan potensi keuangan dari keuntungan penjualan tiket penonton, pemberdayaan sponsor-sponsor yang tertarik bekerjasama dengan Persiba, bisa dimaksimalkan untuk membiayai oprasional Persiba dalam satu musim kompetisi.

“Di zaman saya itu tidak ada istilah hibah, pendanaan kita itu dari sumbangan teman-teman, sponsor dari Pertamina, bandar judi di Balikpapan, pokoknya pihak-pihak yang peduli dengan Persiba. Nah, kalau Pemda saat itu, ikut memberikan sumbangan sebesar Rp 200 juta. Pada  masa Pak Yos (Mantan Wali Kota, Red), dia itu menyumbang buat Persiba, pakai dana pribadinya,” ungkap wartawan senior Balikpapan tersebut.

Lantas, bagaimana caranya menyiasati agar pembiayaan Persiba tidak lagi mengandalkan dana hibah dari APBD, tanpa harus mengorbankan kualitas tim yang saat ini mampu bersaing sebagai salah satu tim papan atas ISL?

“Kalau masalah itu, perlu pembenahan jangka panjang, pertama berdayakan potensi-potensi pemain lokal, yang harganya jauh lebih murah dibanding pemain lain yang telah berkiprah di ISL. Kalau itu bisa berjalan, selain menghemat anggaran, kita bisa berbanga, karena bisa melahirkan bibit-bibit pemain nasional, seperti Bima Sakti dan Ponaryo Astaman, yang keduanya itu orang Balikpapan,” pungkas dia.(ibr)
 






0 komentar:

Posting Komentar