MALANG-Musim lalu Persiba membuktikan diri lebih perkasa dari Arema. Pada putaran pertama, tim berjuluk Beruang Madu membekuk Singo Edan dengan skor 2-1 kala bermain di kandangnya. Giliran dijamu Arema di Stadion Kanjuruhan pada putaran kedua, tim asal Balikpapan itu kembali menang. Tampil di hadapan publiknya sendiri, tim berlogo kepala singa dipecundangi dengan skor 0-1.
Tren positif itulah yang ingin dilanjutkan Persiba musim ini. Diawali dengan menantang Arema lebih dulu (19/1). Junaedi bertekad mengulang memori manis Mijo Dadic dkk kala bermain di kandang singa. Namun, capaian prestisius tim asal kota minyak saat itu ditorehkan saat masih ditangani pelatih Daniel Roekito, bukan Junaedi yang masih membesut Persijap Jepara.
Pantas bila Junaedi tak mau jumawa dengan catatan gemilang tim asuhannya. Pelatih yang akrab dipanggil Bang Jun itu sadar bahwa kekuatan kedua tim sudah banyak berubah musim ini. Bahkan calon lawannya yang dulu diarsiteki Robert Rene Alberts, kini diracik oleh tactician asal Ceko, Miroslav Janu.
Namun, hal itu tak lantas membuatnya keder. Meski Arema diperkuat sejumlah pemain top tanah air, Junaedi optimis dengan kekuatan armadanya. “Pemain saya ingatkan untuk jangan terbawa nama besar Arema.
Bagaimanapun, hasil terbaik pernah kita torehkan di sini (Malang),” ungkap Junaedi.
Kendati tidak bisa menurunkan duet penyerang asingnya, yaitu Aldo Barreto yang menjalani akumulasi kartu kuning dan Khairul Amri yang masih dibekap cedera, keuntungan dimiliki barisan depan Persiba. Seiring hengkangnya Pierre Njanka, artinya ada celah di tembok pertahanan Singo Edan.
Celah itulah yang akan dimanfaatkan oleh Eki Nurhakim dkk untuk mencuri gol sebanyak mungkin. Meski begitu, Junaedi tak mau meremehkan. “Menurut saya, tanpa Njanka pun tak banyak mempengaruhi mereka. Mereka adalah tim, bukan kekuatan individual. Saya justru mewaspadai kuartet Arema lainnya,” tandasnya.
Kuartet yang dimaksud tak lain adalah empat legiun asing Singo Edan yang tersisa. Meliputi Noh Alamshah, M Ridhuan, Chmelo Roman dan Esteban Guillen. Keempatnya dinilai sebagai satu paket penggawa asing yang serasi. “Kuartet itu sangat berbahaya. Mereka sangat serasi. Itu yang harus diwaspadai,” imbuhnya.
Sementara di kubu Persiba, hanya ada tiga pemain asing yang siap tampil. Ketiganya yaitu Mijo Dadic, Robertino Pugliara dan gelandang asal Korea Selatan, Kim Jung Hee. Mijo yang juga kapten tim merupakan tembok kokoh di lini belakang. Sedangkan Robertino dan Jung Hee adalah nyawa dan kreator lini tengah. (tom/jon)

0 komentar:
Posting Komentar