Kemeriahan pergantian tahun 2010 - 2011 di Kota Minyak, Jumat (31/12) tengah malam tadi sempat diwarnai insiden. Begitu pergantian tahun tepat pukul 00.00 WIB, peluncuran kembang api yang diselenggarakan manajemen Hotel La Grandeur dimulai.
Ternyata ada sebagian kembang api yang meledak tidak terarah, bahkan ada meledak di kapal tempat diluncurkannya kembang api dan lainnya mengarah ke penonton yang berjubel di sepanjang bibir pantai di depan Hotel La Grandeur di jalan Jenderal Sudirman Balikpapan Selatan.
Kondisi itu sontak membuat penonton berhamburan naik menuju ke darat. Sementara di kapal ponton, tiga kru yang panik setelah melihat kembang api meledak di kapal, langsung menceburkan diri ke laut.
“Sempat tidak terkendali mengetahui kembang api ada yang meledak di kapal, kondisi di kapal tambah panik bahkan tiga kru menceburkan diri ke laut,” kata Eddy, wartawan Balikpapan Pos yang berada di lokasi kejadian.
Dari pantai, lapor dia, terlihat jelas bagaimana masyarakat sempat kocar-kacir karena sebagian kembang api mengarah ke bibir pantai.
Insiden itu berlangsung hanya 3 menit setelah Wali Kota H Imdaad Hamid SE menekan tombol tanda dimulainya pesta kembang api yang berlangsung di pantai belakang Hotel La Grandeur. Acara tersebut dihadiri lengkap oleh unsur Muspida serta Wakil Wali Kota (Wawali) HM Rizal Effendi SE.
Insiden kembang api yang nyasar itu berlangsung selama beberapa menit, namun tidak ada korban jiwa, karena tiga kru yang menceburkan diri ke laut berhasil berenang menuju pantai. Setelah kondisi kembali normal, peluncuran kembang api tetap dilanjutkan. “Alhamdulillah, itu cuma insiden kecil,” kata Wawali Rizal Effendi.
Kendati insiden terjadi, peluncuran kembang api dari kapal LCT terus dilanjutkan sampai akhirnya seluruh kembang api selesai melesat dan menghiasi langit cerah kota Balikpapan.
Pihak Museum Rekor Indonesia (Muri) diwakili Sri Widayatie mengumumkan pesta kembang api di Balikpapan berhasil memecahkan rekor nasional mengalahkan rekor yang sebelumnya diraih Jakarta dengan waktu satu jam. “Jakarta tujuh tahun lalu memegang rekor kembang api selama 1 jam non stop, ternyata Balikpapan kembang apinya berlangsung 1 jam 20 menit,” ujar dia.
Usai pengumuman tersebut, Sri Widayatie menyerahkan sertifikat yang ditandatangani Ketua Muri Supra Jaya kepada Wali Kota Imdaad Hamid.
Sebelumnya Imdaad mengucapkan puji syukur dan meminta agar masyarakat Balikpapan tetap menjaga dan memelihara kondusivitas kota. Acara ramah tamah dihibur grup musik Koes Plus diadakan di ball room Hotel La Grandeur.
“Mari kita merenung atas apa yang dialami kota kita, bangsa kita agar ke depannya lebih baik,” pesan Imdaad sesaat sebelum acara kembang api dimulai.(die/yud)
0 komentar:
Posting Komentar