BALIKPAPANERS - Berakhir sudah kisah Junaedi (BJ) melatih skuad Persiba Balikpapan. Aling-aling membawa Persiba Balikpapan bersaing memperebutkan tangga juara (sesuai target), justru sampai pekan ke 12, Persiba malah terseok-seok di papan bawah (12).
Okelah, dalam sebuah sistem yang dimiliki sebuah tim sepakbola, jika suatu tim mengalami kemerosotan prestasi, pelatih lah yang paling bertanggung jawab akan kinerja tim. Akan tetapi ada kah faktor-faktor lain dibalik kegagalan Junaedi selaku pihak yang paling bertanggung-jawab akan anjloknya Persiba dipapan bawah?
Semua pasti setuju jika faktor lain akan kemerosotan tim ada pada kualitas lapangan/rumput stadion Persiba Balikpapan. Tentunya tanpa bermaksud melupakan prestasi musim lalu dimana Persiba sukses mencetak sejarah dengan finish diposisi 3 besar, Hal ini berdasarkan banyaknya keluhan yang masuk kepada kami jika kualitas lapangan stadion sangat tidak layak menggelar pertandingan professional (menthions twitter @balikpapaners_)
Sebuah tim mapan pasti didukung oleh infrastruktur yang memadai (kategori layak). Persiba juga demikian, Mijo dkk pasti sangat membutuhkan lapangan berlatih & bertanding yang layak demi terciptanya kualitas permainan yang baik pula.
Dengan struktur lapangan yang rata dan mulus, hal ini mengurangi resiko cedera pemain. Sebut saja Adrian Trinidad, Gaston Castano, serta Khairul Amri menjadi keganasan buruknya kualitas lapangan Stadion Persiba Balikpapan.
"Gak masalah stadion kita jelek, tapi tolong dong jangan lapangan ikut jelek, Safee juga pasti kecewa!" keluh salah satu penonton kemarin saat Persiba menjamu Persija.
Tampaknya kekecewaan penonton kemarin tidak serta merta ditujukan pada strategi Bj, tidak sedikit yang mengeluhkan buruknya lapangan. Persiba Balikpapan yang notabene nya hidup dari uang Rakyat Balikpapan (APBD) seharusnya juga memiliki kualitas lapangan yang baik sehingga masyarakat mendapatkan tontonan yang menghibur. Bukankah penyaluran APBD yang tepat ialah untuk pembangunan infrastruktur kota Balikpapan, termasuk Stadion Persiba Balikpapan.
Jika berpikir efektif, penggunaan dana untuk mendatangkan Mohd. Safee Sali lebih baik dialihkan ke perawatan dan pembenahan lapangan stadion Persiba Balikpapan. Toh stok Striker yang dimiliki Persiba cukup jika Amri dilengserkan seperti Aldo Barreto, Sultan Samma, Eki Nurhakim, Eka Santika serta Hamid Mony.
Sambil menunggu peletakan batu pertama Balikpapan Stadium, baiknya kita semua jangan melupakan Stadion Persiba Balikpapan yang memiliki sisi History yang cukup panjang mendampingi Persiba Balikpapan sampai sekarang. Mari kita rawat secara bersama-sama, baik itu Pengurus ataupun penonton. Pengurus memperbaiki kualitas lapangannya (continue) sampai ke taraf sangat layak minimal sekelas Stadion Mulawarman Bontang atau Stadion Kudungga Tenggarong, sedangkan penonton merawat dengan tidak membuang sampah ke dalam lapangan. (Ad-3)
Okelah, dalam sebuah sistem yang dimiliki sebuah tim sepakbola, jika suatu tim mengalami kemerosotan prestasi, pelatih lah yang paling bertanggung jawab akan kinerja tim. Akan tetapi ada kah faktor-faktor lain dibalik kegagalan Junaedi selaku pihak yang paling bertanggung-jawab akan anjloknya Persiba dipapan bawah?
Semua pasti setuju jika faktor lain akan kemerosotan tim ada pada kualitas lapangan/rumput stadion Persiba Balikpapan. Tentunya tanpa bermaksud melupakan prestasi musim lalu dimana Persiba sukses mencetak sejarah dengan finish diposisi 3 besar, Hal ini berdasarkan banyaknya keluhan yang masuk kepada kami jika kualitas lapangan stadion sangat tidak layak menggelar pertandingan professional (menthions twitter @balikpapaners_)
Sebuah tim mapan pasti didukung oleh infrastruktur yang memadai (kategori layak). Persiba juga demikian, Mijo dkk pasti sangat membutuhkan lapangan berlatih & bertanding yang layak demi terciptanya kualitas permainan yang baik pula.
Dengan struktur lapangan yang rata dan mulus, hal ini mengurangi resiko cedera pemain. Sebut saja Adrian Trinidad, Gaston Castano, serta Khairul Amri menjadi keganasan buruknya kualitas lapangan Stadion Persiba Balikpapan.
"Gak masalah stadion kita jelek, tapi tolong dong jangan lapangan ikut jelek, Safee juga pasti kecewa!" keluh salah satu penonton kemarin saat Persiba menjamu Persija.
Tampaknya kekecewaan penonton kemarin tidak serta merta ditujukan pada strategi Bj, tidak sedikit yang mengeluhkan buruknya lapangan. Persiba Balikpapan yang notabene nya hidup dari uang Rakyat Balikpapan (APBD) seharusnya juga memiliki kualitas lapangan yang baik sehingga masyarakat mendapatkan tontonan yang menghibur. Bukankah penyaluran APBD yang tepat ialah untuk pembangunan infrastruktur kota Balikpapan, termasuk Stadion Persiba Balikpapan.
Jika berpikir efektif, penggunaan dana untuk mendatangkan Mohd. Safee Sali lebih baik dialihkan ke perawatan dan pembenahan lapangan stadion Persiba Balikpapan. Toh stok Striker yang dimiliki Persiba cukup jika Amri dilengserkan seperti Aldo Barreto, Sultan Samma, Eki Nurhakim, Eka Santika serta Hamid Mony.
Sambil menunggu peletakan batu pertama Balikpapan Stadium, baiknya kita semua jangan melupakan Stadion Persiba Balikpapan yang memiliki sisi History yang cukup panjang mendampingi Persiba Balikpapan sampai sekarang. Mari kita rawat secara bersama-sama, baik itu Pengurus ataupun penonton. Pengurus memperbaiki kualitas lapangannya (continue) sampai ke taraf sangat layak minimal sekelas Stadion Mulawarman Bontang atau Stadion Kudungga Tenggarong, sedangkan penonton merawat dengan tidak membuang sampah ke dalam lapangan. (Ad-3)

0 komentar:
Posting Komentar