WWW.ANDIKAFREEKICK.BLOGSPOT.COM

KOTAK KOMENTAR

Jumat, 04 Februari 2011

Junaidi Sarankan Robert Rene Albert Jadi Pelatih Persiba

Posted by Andikawap Production On Jumat, Februari 04, 2011 No comments

BALIKPAPAN-Lengsernya Junaidi dari tampuk pimpinan sebagai pelatih kepala tim Persiba Balikpapan, pasca kekalahan kandang 0-1 timnya dari Persija Jakarta dalam lanjutan Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011.

Rupanya tidak membuat pelatih yang pernah melambungkan nama Persiba di kancah sepak bola nasional ketika sebagai pemain di era Divisi Utama Perserikatan tersebut, patah semangat. Buktinya Bang Jun sapaan karib Junaidi, masih menaruh perhatian bagi masa depan tim nya.

“Ini memang sudah resiko sebagai pelatih, tapi bagaimanapun sebagai orang yang pernah besar bersama Persiba baik sebagai pemain dan sempat dipercaya sebagai pelatih saya tidak akan pernah lepas dengan Persiba,” tutur Junaidi.

Dengan terdepaknya dari kursi pelatih skuad Beruang Madu-julukan Persiba, Bang Jun mengaku kecintaanya kepada tim kebanggaan masyarakat Balikpapan tersebut tidak akan pernah surut. “Saya sudah berusaha sebaik dan semaksimal mungkin, tapi mau bagaimana lagi kenyataan yang harus saya terima demikian adanya.

Jiwa saya sebagai pemain bola sudah diasah sejak dulu di klub ini. Jadi sekalipun saya sudah tidak dipercaya sebagai pelatih tentunya harapan besar saya kedepannya Persiba harus lebih baik lagi,” beber  Bang Jun.

Junaidi memang mengaku tidak tahu apa yang harus diperbuatnya bersama Persiba, padahal segala kemampuannya telah dicurahkan untuk membawa Persiba lebih baik. Namun apa yang selama ini diterapkan kepada penggawanya seakan tak berjalan sesuai harapan bahkan cenderung tampil di bawah performance terbaik timnya.

“Saya pikir banyak faktor yang berpengaruh mengapa tim selama ini tidak berjalan sesuai instruksi. Tapi sudahlah, saya harus melupakan kegagalan bersama Persiba. Sekarang saya hanya berdoa semoga pemain-pemain yang ada terus semangat dan bisa meraih hasil maksimal di laga berikutnya,” beber BJ sapaan lain Junaidi.

Terkait dengan masalah pengunduran  atau pemecatan dirinya, Junaidi juga enggan mempermasalahkan hal tersebut. Namun demikian, dirinya berharap bagaimana Persiba kedepan harus lebi baik tentunya itu tidak akan terlepas dari soliditas manajemen tim itu sendiri.
  
Junaidi yang tetap terkesan enjoy dan familiar kemarin menghabiskan waktunya bersama keluarganya. Kata Junaidi, sehari pasca lengsernya dari kursi pelatih Persiba dirinya pun harus kembali memikirkan masa depan keluarga dan karirnya.

“Sekarang mau istirahat dulu menghabiskan waktu bersama keluarga, tapi bukan berarti melepas profesi saya sebagai insan bola. Saya tetap fokus sebagai pelatih, karena itu pula sekarang saya juga sedang mencari klub-klub sepak bola profesional,” beber mantan pelatih Persijap Jepara selama dua musim tersebut.

Disinggung mengenai harapannya yang sangat menginginkan tim kebanggaanya Persiba kembali berprestasi jauh lebih baik kedepannya. Junaidi yang pernah mengantarkan Persiba melenggang ke Senayan di era Divisi Utama Perserikatan di bawah komando almarhum Wali Kota Syarifudin Yoes tersebut,  menginginkan agar lebih baiknya Persiba ditangani pelatih asing.

“Saya pikir pengurus bisa bertindak lebih cepat untuk mencari posisi pelatih yang dirasa tepat. Sebagai Persiba sejati, saya pribadi berharap pengurus mau merekrut pelatih asal Belanda, Robert Rene Albert.  Dia memiliki prestasi yang bagus dalam karirnya, demikian pula sikap profesional yang tidak perlu dipertanyakan lagi,” pungkas Bang Jun.

Di bagian lain, penonaktifan Junaidi ternyata masih menyimpan batu sandungan. Junaidimasih risau soal belum adanya kepastian kompensasi dana dari perjanjian kontrak. Hal itu juga terkait dengan persoalan belum adanya kejelasan pemberhentiannya.

Kemarin, Junaidi mengaku kepada KPNN bahwa ia belum menerima surat keputusan dari manajemen Persiba perihal pemberhentiannya. Junaidi hanya mengakui kalau pembicaraan yang sudah dibangun oleh manajemen baru sebatas memutuskan kalau dirinya tidak menangani Persiba, terhitung Rabu (2/2) lalu.

"Setelah pertandingan, saya memang bertemu dengan manajemen. Dari situ saya menerima keputusan penonaktifan. Tapi belum jelas kapasitasnya, apakah saya dipecat atau seperti apa. Karena tidak mungkin saya mengundurkan diri," ujarnya.

Pertemuan itu dilakukan Junaidi dengan manajemen Persiba yang menghadirkan Ketua Umum Syahril HM Taher, Aspek Legal M Muhdar, serta Sekretaris Umum Irfan Taufik. "Di depan mereka saya bersedia untuk tidak menangani Persiba lagi. Tapi sampai sekarang (kemarin) belum ada surat yang memutuskan ikatan kerja saya dengan Persiba," ujarnya.

Menurut Bang Jun, belum adanya keputusan status penonaktifan itu terkait dengan kompensasi yang harus dikeluarkan Persiba sebesar 200 persen nilai kontrak, jika terjadi pemutusan hubungan kerja sepihak. "Ini yang saya belum dapatkan. Apakah saya dipecat atau seperti apa. Karena saya tidak mungkin mengundurkan diri. Karena kalau seperti itu, justru saya yang diharuskan membayar ke Persiba dua kali dari nilai kontrak," ujarnya.

Kompensasi inilah yang menjadi ganjalan Junaidi karena ia menuturkan satu-satunya penghasilan untuk menghidupi keluarganya adalah dari melatih. "Jujur saja, saya sampai kompetisi berikutnya belum ada gambaran akan mendapat pemasukan dari mana. Ini yang masih memusingkan," ujarnya.

Namun Junaidi juga sadar, akan berat bagi Persiba untuk membayarkan semua kompensasi sesuai yang tertulis di klausul kontrak. Ia hanya berharap manajemen Persiba memberikan jalan untuk menyelesaikan kegundahannya. "Saya menghormati manajemen Persiba. Tapi saya juga tetap menginginkan adanya win-win solution. Mungkin besok (hari ini, Red.) saya akan meminta kejelasan soal ini," ungkapnya.(san/obi/kpnn)







0 komentar:

Posting Komentar