TIM Persiba Balikpapan butuh poin. Mengusung target juara di awal kompetisi, mesin Beruang Madu justru tersendat di pertengahan musim. Sampai jelang tiga laga terakhir putaran pertama, Persiba tertatih di peringkat 12 klasemen sementara Indonesia Super League (ISL). Raihan yang sulit dibanggakan.
Prestasi yang melorot membuat manajemen Persiba sedikit berang. Mereka melecut seluruh pemainnya. Tiga laga terakhir dipelototi oleh seluruh manajemen. Hasil buruk berujung evaluasi besar-besaran. Evaluasi besar-besaran identik dengan pemecatan.
“Kita butuh hasil yang bagus untuk mengangkat moral tim. Ini partai yang sangat krusial. Kemenangan mengangkat peringkat sekaligus moral seluruh tim,” kata Manajer Persiba Jamal Al Rasyid.
Jamal menuturkan, tiga laga terakhir ini tak bisa disebut mudah. Walaupun bermain di kandang sendiri, namun lawan yang akan dihadapi merupakan tim bertabur bintang. Persija merupakan cermin timnas. PSPS Pekanbaru memiliki peringkat yang jauh lebih baik ketimbang Persiba. Terakhir, Persipura merupakan penguasa klasemen. Semuanya berat. Semuanya menuntut kerja keras seluruh pemain dan official.
“Ini laga superberat. Tapi saya berharap, lawan kuat yang dihadapi memberikan spirit tersendiri bagi pemain,” kata dia.
Syukurnya, meski harus bertarung dengan tim kuat, kabar baik datang dari salah satu pemain asing Persiba. Menurut Jamal, Khairul Amri bisa membela Persiba ketika menjamu Persija Jakarta. Kondisi striker asal Singapura itu terus membaik. Dia berharap, pemain yang telah lama dibekap cidera itu memberikan kontribusi yang besar untuk tim.
Sebelumnya, Khairul Amri masih diragukan tampil. Setelah cidera cukup lama, fisik pemain berkulit hjtam manis itu sedikit drop. Apalagi, Amri tak ikut program pembentukan fisik yang dilakukan oleh Pelatih Junaidi.
“Hanya Made (penjaga gawang, Red.) yang tak bisa bermain. Dia absen sampai akhir putaran pertama.” Ucap Jamal.
Meski begitu, Jamal sangat optimistis dengan pengganti Made. Menurutnya, kualitas Galih Sudaryana juga tak jauh dari Made. Galih hanya membutuhkan adaptasi dengan atmosfir pertandingan. Ini kesempatan yang bagus bagi Galih untuk menunjukkan kemampuannya.(qra)
Prestasi yang melorot membuat manajemen Persiba sedikit berang. Mereka melecut seluruh pemainnya. Tiga laga terakhir dipelototi oleh seluruh manajemen. Hasil buruk berujung evaluasi besar-besaran. Evaluasi besar-besaran identik dengan pemecatan.
“Kita butuh hasil yang bagus untuk mengangkat moral tim. Ini partai yang sangat krusial. Kemenangan mengangkat peringkat sekaligus moral seluruh tim,” kata Manajer Persiba Jamal Al Rasyid.
Jamal menuturkan, tiga laga terakhir ini tak bisa disebut mudah. Walaupun bermain di kandang sendiri, namun lawan yang akan dihadapi merupakan tim bertabur bintang. Persija merupakan cermin timnas. PSPS Pekanbaru memiliki peringkat yang jauh lebih baik ketimbang Persiba. Terakhir, Persipura merupakan penguasa klasemen. Semuanya berat. Semuanya menuntut kerja keras seluruh pemain dan official.
“Ini laga superberat. Tapi saya berharap, lawan kuat yang dihadapi memberikan spirit tersendiri bagi pemain,” kata dia.
Syukurnya, meski harus bertarung dengan tim kuat, kabar baik datang dari salah satu pemain asing Persiba. Menurut Jamal, Khairul Amri bisa membela Persiba ketika menjamu Persija Jakarta. Kondisi striker asal Singapura itu terus membaik. Dia berharap, pemain yang telah lama dibekap cidera itu memberikan kontribusi yang besar untuk tim.
Sebelumnya, Khairul Amri masih diragukan tampil. Setelah cidera cukup lama, fisik pemain berkulit hjtam manis itu sedikit drop. Apalagi, Amri tak ikut program pembentukan fisik yang dilakukan oleh Pelatih Junaidi.
“Hanya Made (penjaga gawang, Red.) yang tak bisa bermain. Dia absen sampai akhir putaran pertama.” Ucap Jamal.
Meski begitu, Jamal sangat optimistis dengan pengganti Made. Menurutnya, kualitas Galih Sudaryana juga tak jauh dari Made. Galih hanya membutuhkan adaptasi dengan atmosfir pertandingan. Ini kesempatan yang bagus bagi Galih untuk menunjukkan kemampuannya.(qra)

0 komentar:
Posting Komentar