WWW.ANDIKAFREEKICK.BLOGSPOT.COM

KOTAK KOMENTAR

Rabu, 16 Februari 2011

Naik-Turun, Fanatisme dan Prestasi Persiba

Posted by Andikawap Production On Rabu, Februari 16, 2011 No comments

Ada gula, ada semut. Ada prestasi, ada gensi. Ada kebanggan, ada dukungan. Seperti itulah mungkin sebagian orang mengartikan dan mewujudkan bentuk fanatisme dan loyalitas dukungan.


Robi Johan. Wartawan Kaltim Post

TIDAK beda jauh, juga terjadi pada pendukung setia Persiba. Klub yang musim lalu menempati posisi ketiga di klasemen akhir Djarum-Indonesia Super League (Djarum-ISL) itu, kini juga mengalami pasang surut dukungan. Benarkah fanatisme warga Balikpapan memudar lantaran prestasi menukik Beruang Madu musim ini?

Bagi sebagian orang, kondisi itu sah-sah saja. Kebebasan memilih adalah dasarnya.

Secara harfiah, bentuk fanatisme supporter kepada klubnya dapat dilihat dari dukungan yang mengalir saat tim tersebut bertanding. Bagi Persiba, kondisinya juga tidak jauh berbeda.

Musim lalu, dari catatan Kaltim Post, rata-rata suporter yang mendatangi Stadion Persiba untuk memberikan dukungan langsung berada di rataan 6.500 orang. Namun musim ini, angka itu turun drastis, hingga tersisa hampir setengahnya. Lantaran prestasi? Itu salah satunya.

Memang, alasan penurunan jumlah kemenangan di kandang (8 kali dan menang 5 kali) musim ini cukup masuk akal untuk ‘mencegah’ pendukung datang langsung di pinggir lapangan. Tapi, toh tidak semua Persibamania mengalami pasang-surut dukungan yang selaras dengan prestasi tim. Di samping kanan, kiri, atau belakang, tiap Beruang Madu mentas, tetap saja ada kelompok fanatik yang men-support dan memompa semangat tim.

Dikatakan Suwanto, pentolan Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik), soal fanatisme bukan semata-mata  hanya dukungan di pinggir lapangan, meski salah satu indikatornya tetap mengacu pada hal tersebut. Tapi jauh dari itu, keberadaan tim, prestasi naik ataupun turun, tugas suporter adalah memberikan dukungan, lahir-batin.

“Balistik bukan beraksi hanya di pinggir lapangan. Bentuk kecintaan kami terhadap Persiba juga diwujudkan dalam berbagai aksi, seperti berkreasi lewat lagu-lagu, kreativitas membuat baju, atau mengiring tim sampai ke luar pulau. Sejauh ini, kami sudah melakukan hal itu hingga ke Palembang,” ujarnya.

Bagi yang benar-benar fanatik, saat tim berada di bawah, dan membutuhkan dukungan itulah, peran suporter dituntut lebih besar. “Bagi Balistik, saat tim seperti sekarang inilah, dukungan harus terus ditingkatkan,” ucapnya.

Merujuk angka-angka, dari catatan laga kandang musim ini, jumlah penonton terbanyak adalah saat meladeni Persisam Putra Samarinda, yang mencapai 6.730 penonton. Dan terendah saat laga melawan Semen Padang yang tidak menyentuh angka 4.000 penonton.

Tapi, sekali lagi untuk kasus Persiba sungguh bukan persoalan Prestasi. Ada problem besar yang justru lebih mendasar. Apalagi kalau bukan infrastruktur. Keberadaan stadion Persiba, jauh dari rasa nyaman bagi yang datang hanya untuk mencari hiburan.

Faktor ini jelas berpengaruh besar pada kehadiran suporter. Pernah sekali waktu, saat meliput latihan Persiba, ada seorang penonton yang nyeletuk, “Besok disiarkan langsung kan? Ah mending nonton di tivi saja, lebih nyaman.”

Bahkan, salah seorang panitia pelaksana laga kandang Persiba, pernah berujar, dengan kondisi stadion seperti saat ini, akan sangat sulit mendatangkan lebih banyak suporter.

Sekarang tinggal pilih. Besar kemungkinan pendapat menuju satu kesimpulan, kuantitas dukungan, berbanding lurus dengan kualitas tim. Solusinya, berikan tempat yang lebih layak bagi suporter di stadion. (*)







0 komentar:

Posting Komentar