BALIKPAPAN – Warga Balikpapan perlu bersabar menyaksikan tim sepak bola kebanggaannya bertanding di stadion baru. Pasalnya, peletakan batu pertama pembangunan Stadion Balikpapan di Batakan, Balikpapan Timur terpaksa ditunda. Masalah lahan, disebut menjadi penyebabnya.
Menurut informasi, peletakan batu pertama ini dijadwalkan pada 10 atau 11 Februari mendatang, bertepatan dengan HUT ke-114 Balikpapan. Namun, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan Sri Sutantinah, ada sejumlah lahan yang masih dibebaskan.
“Juga ada yang komplain soal ganti rugi tanam tumbuh. Hal-hal seperti ini masih perlu komunikasi (dengan pemilik lahan, Red) lagi,” terangnya. Padahal, masalah lahan ini sudah mencuat sejak awal rencana pembangunan stadion tersebut, yaitu pembebasan jalan akses masuk stadion.
Dikatakan, dalam pembebasan lahan dan ganti rugi, pemkot juga terikat pada aturan. Terutama, soal harga tanah yang sesuai dengan nilai jual objek pajak.
Namun begitu, Tantin --sapaan akrab Sutantinah--, peletakan batu pertama pasti dilakukan dan secepatnya. “Kami mengerti stadion ini sangat ditunggu-tunggu dan kami terus menginformasikan progres pembangunannya,” jelas Tantin.
Apalagi, banyak pihak menyebut, Stadion Persiba di kompleks Pertamina sekarang ini, dinilai kurang layak dipakai tim sepak bola dalam kompetisi Indonesia Super League. Dua hari lalu, ‘kekuranglayakan’ itu makin jelas ketika laga Persiba vs Persija Jakarta di bawah guyuran hujan dan menyebabkan lapangan becek.
Pada penetapan APBD 2011 Balikpapan, sebanyak Rp 72 miliar dikucurkan. Angka itu untuk membangun fisik stadion tahap pertama dengan satu tribune. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan Suryanto mengatakan, ada Rp 7 miliar lainnya untuk menyusun detailed engineering design(DED/desain teknis terperinci) pembangunan tahap kedua. DED ini memuat rencana pembangunan dan biaya stadion empat tribune itu dengan kapasitas 40 ribu penonton.
Rp 72 miliar terdiri dari Rp 25 miliar dari subsidi APBD Kaltim dan sisanya APBD Balikpapan. “Dengan kucuran Rp 72 miliar itu, pembangunan fisik sudah bisa diselesaikan tahun ini. Sembari dibangun, disusun DED untuk pembangunan tahap berikutnya,” kata Suryanto. (fel/lhl)
Menurut informasi, peletakan batu pertama ini dijadwalkan pada 10 atau 11 Februari mendatang, bertepatan dengan HUT ke-114 Balikpapan. Namun, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan Sri Sutantinah, ada sejumlah lahan yang masih dibebaskan.
“Juga ada yang komplain soal ganti rugi tanam tumbuh. Hal-hal seperti ini masih perlu komunikasi (dengan pemilik lahan, Red) lagi,” terangnya. Padahal, masalah lahan ini sudah mencuat sejak awal rencana pembangunan stadion tersebut, yaitu pembebasan jalan akses masuk stadion.
Dikatakan, dalam pembebasan lahan dan ganti rugi, pemkot juga terikat pada aturan. Terutama, soal harga tanah yang sesuai dengan nilai jual objek pajak.
Namun begitu, Tantin --sapaan akrab Sutantinah--, peletakan batu pertama pasti dilakukan dan secepatnya. “Kami mengerti stadion ini sangat ditunggu-tunggu dan kami terus menginformasikan progres pembangunannya,” jelas Tantin.
Apalagi, banyak pihak menyebut, Stadion Persiba di kompleks Pertamina sekarang ini, dinilai kurang layak dipakai tim sepak bola dalam kompetisi Indonesia Super League. Dua hari lalu, ‘kekuranglayakan’ itu makin jelas ketika laga Persiba vs Persija Jakarta di bawah guyuran hujan dan menyebabkan lapangan becek.
Pada penetapan APBD 2011 Balikpapan, sebanyak Rp 72 miliar dikucurkan. Angka itu untuk membangun fisik stadion tahap pertama dengan satu tribune. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan Suryanto mengatakan, ada Rp 7 miliar lainnya untuk menyusun detailed engineering design(DED/desain teknis terperinci) pembangunan tahap kedua. DED ini memuat rencana pembangunan dan biaya stadion empat tribune itu dengan kapasitas 40 ribu penonton.
Rp 72 miliar terdiri dari Rp 25 miliar dari subsidi APBD Kaltim dan sisanya APBD Balikpapan. “Dengan kucuran Rp 72 miliar itu, pembangunan fisik sudah bisa diselesaikan tahun ini. Sembari dibangun, disusun DED untuk pembangunan tahap berikutnya,” kata Suryanto. (fel/lhl)

0 komentar:
Posting Komentar