PELATIH Persija Rahmad Darmawan merupakan salah satu sosok pelatih jenius di tanah air. Kesuksesannya patut membuat pecinta sepakbola tanah air angkat topi, tidak hanya sarat prestasi ketika sebagai pemain, RD-sapaan karib Rahmad Darmawan- juga sukses sebagai pelatih di beberapa tim besar.
Bersama Persija, hingga matchday ke–11,RD berhasil memposisikan timnya sementara di papan atas klasemen. Dengan tital poin 20 dari 6 kemenangan 2 seri dan 3 kekalahan tim berjuluk Macan Kemayoran bertengger di peringkat empat klasemen sementara Superliga musim ini.
Bertandang ke markas Persiba, RD sekalipun tiba dengan kekuatan penuh namun dimata pelatih yang juga anggota Marinir TN AL ini bermain di Balikpapan tidaklah mudah menaklukkan Persiba. “Persiba selalu sulit untuk kalah di kandangnya. Sebagai pelatih saya pun merasakan hal tersebut bersama tim-tim saya sebelumnya baik saat di Persipura maupun di Sriwijaya,” sebutnya.
Ya, mungkin itu saat Persiba tengah konsisten bersama performance tim yang tengah solid. Tapi di musim ISL 2010/2011 ini, Persiba terkesan jauh dari keankerannya bahkan cenderung mengalami penurunan drastis.
Akibatnya, di tiga laga tersisa putaran pertama ini, Junaidi bersama penggawanya pun di warning oleh manajemen untuk bisa menuntaskan laga dengan poin sempurna.
Menyikapi kondisi tuan rumah tim berjuluk Beruang Madu yang tengah dalam tekanan akibat krisis multi dimensi, RD seperti biasa tetap sosok yang profesional menyikapi permasalahan tuan rumah.
“Saya tidak ingin melihat bagaimana tekanan yang dialami Persiba musim ini. Saya pikir hal yang sama juga akan dialami tim-tim lain. Justru dalam posisi tertekan tersebut bisa menjadi titik balik bagi kebangkitan Persiba, itu yang harus kami waspadai,” kata RD bijak.
Jaminan kekuatan Persiba, menurut RD juga dilihat dari keberadaan pemain mereka yang berbahaya di hampir semua lini. Barisan penyerang bercokol nama Aldo Barreto, Khairul Amri dan Sultan Samma.
“Demikian pula dengan Eki Nurhakim, dia mantan anak asuh saya yang memiliki kualitas bagus. Demikian pula di lini tengah Robertino dan Kim sangat mobile, apalagi di lini belakang siapa tidak tahu kualitas seorang Mijo Dadic,” tutur eks pelatih Persipura dan Sriwijaya FC ini.
RD menggambarkan, jika tim berada dalam tekanan atkibat kinerja tim yang dinilai kurang maksimal selama ini. Bisanya, kata RD tim tersebut akan berusaha bangkit dan memacu motivasi mereka. “Bahkan motivasi mereka bisa berlipat, dan saya yakin pemain Persiba akan demikian bagaimana mereka berusaha melepaskan diri dengan pembuktian terbaik,” bilang RD lagi.
Menyoal kondisi lapangan yang membuat Macan Kemayoran membatalkan ujicoba. Lagi-lagi RD enggan menilai lapangan Persiba buruk. Bahkan kata RD, pada dasarnya lapangan Persiba cukup baik dan layak, hanya saja karena kondisi hujan menyebabkan kondisi yang demikian.
“Saya berharap besok (hari ini.Red) tidak hujan sehingga laga kedua tim akan tetap berlangsung menarik dan bisa dinikmati semua masyarakan pecinta bola. Apalagi besok (hari ini.Re) laga disiarkan langsung.” harapnya.
“Jika pun besok (hari ini. Red) hujan, dan lapangan tidak kondusif, mungkin Persiba sudah terbiasa dengan kondisi lapangan becek tapi tidak dengan kami (Persija). Saya berharap panpel dan wasit bisa bersikap fair untuk mengentisipasinya, tentunya jika demikian lebih baik laga di tunda saja,” sambung RD menutup wawancara.(san)
Bersama Persija, hingga matchday ke–11,RD berhasil memposisikan timnya sementara di papan atas klasemen. Dengan tital poin 20 dari 6 kemenangan 2 seri dan 3 kekalahan tim berjuluk Macan Kemayoran bertengger di peringkat empat klasemen sementara Superliga musim ini.
Bertandang ke markas Persiba, RD sekalipun tiba dengan kekuatan penuh namun dimata pelatih yang juga anggota Marinir TN AL ini bermain di Balikpapan tidaklah mudah menaklukkan Persiba. “Persiba selalu sulit untuk kalah di kandangnya. Sebagai pelatih saya pun merasakan hal tersebut bersama tim-tim saya sebelumnya baik saat di Persipura maupun di Sriwijaya,” sebutnya.
Ya, mungkin itu saat Persiba tengah konsisten bersama performance tim yang tengah solid. Tapi di musim ISL 2010/2011 ini, Persiba terkesan jauh dari keankerannya bahkan cenderung mengalami penurunan drastis.
Akibatnya, di tiga laga tersisa putaran pertama ini, Junaidi bersama penggawanya pun di warning oleh manajemen untuk bisa menuntaskan laga dengan poin sempurna.
Menyikapi kondisi tuan rumah tim berjuluk Beruang Madu yang tengah dalam tekanan akibat krisis multi dimensi, RD seperti biasa tetap sosok yang profesional menyikapi permasalahan tuan rumah.
“Saya tidak ingin melihat bagaimana tekanan yang dialami Persiba musim ini. Saya pikir hal yang sama juga akan dialami tim-tim lain. Justru dalam posisi tertekan tersebut bisa menjadi titik balik bagi kebangkitan Persiba, itu yang harus kami waspadai,” kata RD bijak.
Jaminan kekuatan Persiba, menurut RD juga dilihat dari keberadaan pemain mereka yang berbahaya di hampir semua lini. Barisan penyerang bercokol nama Aldo Barreto, Khairul Amri dan Sultan Samma.
“Demikian pula dengan Eki Nurhakim, dia mantan anak asuh saya yang memiliki kualitas bagus. Demikian pula di lini tengah Robertino dan Kim sangat mobile, apalagi di lini belakang siapa tidak tahu kualitas seorang Mijo Dadic,” tutur eks pelatih Persipura dan Sriwijaya FC ini.
RD menggambarkan, jika tim berada dalam tekanan atkibat kinerja tim yang dinilai kurang maksimal selama ini. Bisanya, kata RD tim tersebut akan berusaha bangkit dan memacu motivasi mereka. “Bahkan motivasi mereka bisa berlipat, dan saya yakin pemain Persiba akan demikian bagaimana mereka berusaha melepaskan diri dengan pembuktian terbaik,” bilang RD lagi.
Menyoal kondisi lapangan yang membuat Macan Kemayoran membatalkan ujicoba. Lagi-lagi RD enggan menilai lapangan Persiba buruk. Bahkan kata RD, pada dasarnya lapangan Persiba cukup baik dan layak, hanya saja karena kondisi hujan menyebabkan kondisi yang demikian.
“Saya berharap besok (hari ini.Red) tidak hujan sehingga laga kedua tim akan tetap berlangsung menarik dan bisa dinikmati semua masyarakan pecinta bola. Apalagi besok (hari ini.Re) laga disiarkan langsung.” harapnya.
“Jika pun besok (hari ini. Red) hujan, dan lapangan tidak kondusif, mungkin Persiba sudah terbiasa dengan kondisi lapangan becek tapi tidak dengan kami (Persija). Saya berharap panpel dan wasit bisa bersikap fair untuk mengentisipasinya, tentunya jika demikian lebih baik laga di tunda saja,” sambung RD menutup wawancara.(san)

0 komentar:
Posting Komentar