Laporan langsung dari lokasi perencanaan pembangunan Batakan Stadium (selasa 15/2/2011 15.00)
BALIKPAPANERS - Harapan masyarakat untuk terealisasinya pembangunan Batakan Stadium sebenarnya bukan saja dari parapencinta olahraga Balikpapan, terutama Persibamania.
Akan tetapi harapan untuk segera memiliki Stadion baru juga diutarakan oleh beberapa penduduk sekitar stadion. Sebut saja Heri, salah satu pemilik rumah semi permanen disekitar lokasi stadion mengatakan ingin masalah pembangunan cepat rampung, tentunya dengan kesepakatan bersama.
"Beberapa lahan disini memang sebagian sudah menjadi lahan milik Pemkot, terutama lahan-lahan yang hitungannya hektar, sedangkan yang kavling masih banyak yang belum dibebaskan" Jelas Heri salah satu pemilik lahan kavling yang juga belum di bebaskan.
Heri mengatakan kepada admin , bahwa sebenarnya permasalahan pembebasan lahan ini sudah ada sejak tahun 2004 lalu, setahun berikutnya warga sudah menemukan kata sepakat mengenai harga yang telah ditentukan kedua belah pihak. Akan tetapi seiring terus molornya realisasi pembayaran, dan harga tanah semakin tahun semakin mahal maka warga meminta harga tanah mengikuti perkembangan yang ada.
"Pemkot menetapkan harga sesuai PBB (Pajak Bumi & Bangunan) yaitu 65 ribu/meter, sedangkan harga tanah disini paling murahnya 200rb/meter, jika kami sepakat diharga 65ribu/meter, bagaimana kami membeli tanah baru? Sedangkan harga tanah disini ditaksir sebesar 200-300ribu/meter. Keluh Wartono dan Muslimin.
Warga beralasan penetapan harga ini dikarenakan harga sudah sesuai dengan nilai objek tanah di daerah batakan. Adapun solusi dari warga menggunakan sistem tukar guling, dan lahan tukar guling tidak jauh dari area stadion.
"Kami setuju diganti lahan ini dengan lahan baru mas, tapi kami minta lahan baru tidak terlalu jauh dari sini" ungkap Heri.
Ya, menurut warga pemilik lahan, sebenarnya solusi bisa diselesaikan dengan sistem tukar guling, akan tetapi yang menjadi kendala sampai sekarang, warga belum mengetahui mengenai letak lahan yang akan dijadikan penggantinya dikarenakan belum adanya kejelasan dari pihak pemkot. Tentunya harapan warga, lahan pengganti juga memiliki nilai ekonomis yang sesuai dengan yang ada.
Sesuai pengamatan admin, memang lokasi yang akan dijadikan areal Batakan Stadium memiliki tanah yang cukup subur, hal itu bisa dilihat dengan banyaknya kebun-kebun yang dikelola masyarakat setempat. Sebut saja Lombok, Kubis, Sayur Sawi, dan lain-lain.
"Saya dijanjikan akan diganti kerugian lahan kebun sebesar 1,5 juta mas, tapi saya keberatan karena selain harga pupuk dan lain sebagainya, tentunya saya masih banyak mengeluarkan biaya-biaya pemeliharaan kebun" ungkap salah seorang ibu yang mengelola kebun diatas tanah milik salah satu warga.
Ibu tersebut memang tidak memiliki sebidang tanah, akan tetapi sebagian pemilik tanah secara sukarela meminjamkan tanahnya untuk dipakai masyarakat untuk mengolah perkebunan.
Di areal tersebut memang sebagian sudah dilakukan pengurukan tanah, menurut warga tanah yang diratakan tersebut merupakan tanah yang sudah menjadi milik pemkot. tampak dari pantauan admin ada beberapa unit eksavator dan beberapa truck yang parkir diatas areal tersebut.
Saat dimintai keterangannya, salah satu pekerja bernama Gustiawan dari pihak Waskita (kontraktor) yang berada di areal lahan stadion mengatakan jika sebagian besar memang lahan masih belum dibebaskan. Gustiawan mengatakan saat ini pihak kontraktor masih terus menunggu pembebasan lahan.
"Untuk sementara kami masih membangun semi kantor dan gudang, kalau pembangunan stadion harus tetap menunggu pembebasan lahan yang belum diselesaikan mas". jelas Gustiawan kepada Admin.
"Masalah pembebasan lahan itu bukan kapasitas kami untuk menjawab, Waskita hanya sebagai pelaksana pembangunan saja." Tambah Gustiawan.
Permasalahan pelik ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara sosialisasi dan pendekatan terhadap warga setempat, menurut pengakuan warga sekitar sebenarnya mereka sangat mendukung dengan pembangunan tersebut. Terlebih dengan adanya stadion dilokasi tersebut, secara tidak langsung mampu meningkatkan kesejahteraan dan mata pencaharian.
"Saya sebagai warga Balikpapan sangat bangga punya stadion yang begitu megah dan warga disekitar stadion sangat mendukung sekali, namun demikian hingga saat ini permasalahan ini belum kunjung selesai" terang Heri
Kami warga disini (batakan red) sangat terbuka bagi pihak manapun yang ingin bernegosiasi kepada kami. Tambahnya (ad-3)
BALIKPAPANERS - Harapan masyarakat untuk terealisasinya pembangunan Batakan Stadium sebenarnya bukan saja dari parapencinta olahraga Balikpapan, terutama Persibamania.
Akan tetapi harapan untuk segera memiliki Stadion baru juga diutarakan oleh beberapa penduduk sekitar stadion. Sebut saja Heri, salah satu pemilik rumah semi permanen disekitar lokasi stadion mengatakan ingin masalah pembangunan cepat rampung, tentunya dengan kesepakatan bersama.
"Beberapa lahan disini memang sebagian sudah menjadi lahan milik Pemkot, terutama lahan-lahan yang hitungannya hektar, sedangkan yang kavling masih banyak yang belum dibebaskan" Jelas Heri salah satu pemilik lahan kavling yang juga belum di bebaskan.
Heri mengatakan kepada admin , bahwa sebenarnya permasalahan pembebasan lahan ini sudah ada sejak tahun 2004 lalu, setahun berikutnya warga sudah menemukan kata sepakat mengenai harga yang telah ditentukan kedua belah pihak. Akan tetapi seiring terus molornya realisasi pembayaran, dan harga tanah semakin tahun semakin mahal maka warga meminta harga tanah mengikuti perkembangan yang ada.
"Pemkot menetapkan harga sesuai PBB (Pajak Bumi & Bangunan) yaitu 65 ribu/meter, sedangkan harga tanah disini paling murahnya 200rb/meter, jika kami sepakat diharga 65ribu/meter, bagaimana kami membeli tanah baru? Sedangkan harga tanah disini ditaksir sebesar 200-300ribu/meter. Keluh Wartono dan Muslimin.
Warga beralasan penetapan harga ini dikarenakan harga sudah sesuai dengan nilai objek tanah di daerah batakan. Adapun solusi dari warga menggunakan sistem tukar guling, dan lahan tukar guling tidak jauh dari area stadion.
"Kami setuju diganti lahan ini dengan lahan baru mas, tapi kami minta lahan baru tidak terlalu jauh dari sini" ungkap Heri.
Ya, menurut warga pemilik lahan, sebenarnya solusi bisa diselesaikan dengan sistem tukar guling, akan tetapi yang menjadi kendala sampai sekarang, warga belum mengetahui mengenai letak lahan yang akan dijadikan penggantinya dikarenakan belum adanya kejelasan dari pihak pemkot. Tentunya harapan warga, lahan pengganti juga memiliki nilai ekonomis yang sesuai dengan yang ada.
Sesuai pengamatan admin, memang lokasi yang akan dijadikan areal Batakan Stadium memiliki tanah yang cukup subur, hal itu bisa dilihat dengan banyaknya kebun-kebun yang dikelola masyarakat setempat. Sebut saja Lombok, Kubis, Sayur Sawi, dan lain-lain.
"Saya dijanjikan akan diganti kerugian lahan kebun sebesar 1,5 juta mas, tapi saya keberatan karena selain harga pupuk dan lain sebagainya, tentunya saya masih banyak mengeluarkan biaya-biaya pemeliharaan kebun" ungkap salah seorang ibu yang mengelola kebun diatas tanah milik salah satu warga.
Ibu tersebut memang tidak memiliki sebidang tanah, akan tetapi sebagian pemilik tanah secara sukarela meminjamkan tanahnya untuk dipakai masyarakat untuk mengolah perkebunan.
Di areal tersebut memang sebagian sudah dilakukan pengurukan tanah, menurut warga tanah yang diratakan tersebut merupakan tanah yang sudah menjadi milik pemkot. tampak dari pantauan admin ada beberapa unit eksavator dan beberapa truck yang parkir diatas areal tersebut.
Saat dimintai keterangannya, salah satu pekerja bernama Gustiawan dari pihak Waskita (kontraktor) yang berada di areal lahan stadion mengatakan jika sebagian besar memang lahan masih belum dibebaskan. Gustiawan mengatakan saat ini pihak kontraktor masih terus menunggu pembebasan lahan.
"Untuk sementara kami masih membangun semi kantor dan gudang, kalau pembangunan stadion harus tetap menunggu pembebasan lahan yang belum diselesaikan mas". jelas Gustiawan kepada Admin.
"Masalah pembebasan lahan itu bukan kapasitas kami untuk menjawab, Waskita hanya sebagai pelaksana pembangunan saja." Tambah Gustiawan.
Permasalahan pelik ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara sosialisasi dan pendekatan terhadap warga setempat, menurut pengakuan warga sekitar sebenarnya mereka sangat mendukung dengan pembangunan tersebut. Terlebih dengan adanya stadion dilokasi tersebut, secara tidak langsung mampu meningkatkan kesejahteraan dan mata pencaharian.
"Saya sebagai warga Balikpapan sangat bangga punya stadion yang begitu megah dan warga disekitar stadion sangat mendukung sekali, namun demikian hingga saat ini permasalahan ini belum kunjung selesai" terang Heri
Kami warga disini (batakan red) sangat terbuka bagi pihak manapun yang ingin bernegosiasi kepada kami. Tambahnya (ad-3)
0 komentar:
Posting Komentar