MESKI timnya berhasil menumbangkan Persiba, namun Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan (RD) tetap merasa kurang sreg dengan kondisi lapangan Persiba. Alasannya, seharusnya dengan kualitas yang dimiliki kedua tim, pertandingan bisa berada di tingkat yang lebih. Tapi, lapangan yang becek dan tak sesuai standar membuat permainan menjadi kurang maksimal.
“Saya kecewa dengan lapangan, tapi saya senang dengan hasil akhirnya,” kata eks pelatih Sriwijaya FC tersebut.
RD menuturkan, sebenarnya dia menurunkan komposisi yang berbeda dari biasanya. Melawan Persiba, dia memang menargetkan poin. Untuk itu dia memainkan tiga centre bek sekaligus.
Maksudnya untuk mengantisipasi kecepatan Aldo Barreto, Khairul Amri dan Sultan Samma. Tiga pemain depan Persiba itu menurut RD memiliki skill di atas rata-rata.
“Kami memang memanfaatkan serangan balik. Gol dari sepak pojok yang tercipta berawal dari serangan balik. Artinya, skema berjalan dengan baik. Pemain saya sungguh luar biasa sekali.
Bekerja keras mencari bola. Malam ini mereka benar-benar membuat saya bangga,” kata RD lagi.
“Kami juga memiliki beberapa peluang matang. Agu Casmir beberapa kali berdiri bebas di depan gawang. Hanya, (sekali lagi) kondisi lapangan yang tak standar membuat banyak peluang terbuang percuma,” tuturnya lagi.
Di akhir babak kedua, RD menurunkan salah satu pemain timnas Muhammad Nasuha menggantikan Ismed Sofyan. Menurut RD, Nasuha dimainkan sebagai cadangan karena dia dilanda kelelahan yang luar biasa. Di pertandingan sebelumnya, Nasuha bekerja keras ketika diturunkan sebagai starter. Ditambah lagi dia baru saja mengikuti kegiatan menggiring bola di Jakarta.
“Kami menang dengan kerja keras semua tim. Persiba juga sebenarnya bermain baik. Mereka punya banyak peluang yang saya pikir sangat matang. Tapi, saya tetap salut dengan tim ini. Mereka kalah tapi berjiwa besar. Yah, inilah sepakbola,” cetusnya lagi.(qra)
“Saya kecewa dengan lapangan, tapi saya senang dengan hasil akhirnya,” kata eks pelatih Sriwijaya FC tersebut.
RD menuturkan, sebenarnya dia menurunkan komposisi yang berbeda dari biasanya. Melawan Persiba, dia memang menargetkan poin. Untuk itu dia memainkan tiga centre bek sekaligus.
Maksudnya untuk mengantisipasi kecepatan Aldo Barreto, Khairul Amri dan Sultan Samma. Tiga pemain depan Persiba itu menurut RD memiliki skill di atas rata-rata.
“Kami memang memanfaatkan serangan balik. Gol dari sepak pojok yang tercipta berawal dari serangan balik. Artinya, skema berjalan dengan baik. Pemain saya sungguh luar biasa sekali.
Bekerja keras mencari bola. Malam ini mereka benar-benar membuat saya bangga,” kata RD lagi.
“Kami juga memiliki beberapa peluang matang. Agu Casmir beberapa kali berdiri bebas di depan gawang. Hanya, (sekali lagi) kondisi lapangan yang tak standar membuat banyak peluang terbuang percuma,” tuturnya lagi.
Di akhir babak kedua, RD menurunkan salah satu pemain timnas Muhammad Nasuha menggantikan Ismed Sofyan. Menurut RD, Nasuha dimainkan sebagai cadangan karena dia dilanda kelelahan yang luar biasa. Di pertandingan sebelumnya, Nasuha bekerja keras ketika diturunkan sebagai starter. Ditambah lagi dia baru saja mengikuti kegiatan menggiring bola di Jakarta.
“Kami menang dengan kerja keras semua tim. Persiba juga sebenarnya bermain baik. Mereka punya banyak peluang yang saya pikir sangat matang. Tapi, saya tetap salut dengan tim ini. Mereka kalah tapi berjiwa besar. Yah, inilah sepakbola,” cetusnya lagi.(qra)

0 komentar:
Posting Komentar