PEROMBAKAN besar-besaran menjadi ancaman bagi tim Persiba Balikpapan memasuki putaran kedua ISL musim ini. Wajar saja jika manajemen Beruang Madu-julukan Persiba- melontarkan statemen keras terkait tak kunjung membaiknya performance tim kebanggaan masyarakat Balikpapan tersebut.
Tenggat waktu di tiga laga tersisa putaran pertama ini menjadi ajang kebangkitan yang seharusnya bisa dibuktikan penggawa Persiba, jika tidak ingin terdepak di paruh musim ini. Sederet nama pun masuk daftar coret termasuk sang pelatih Junaidi jika gagal merealisasikan poin sempurna di tiga laga pamungkas ini.
Faktor inkonsistensi dalam 11 laga yang telah dilakoni Persiba membawa tim yang musim lalu finis di peringkat ketiga harus terperosok jauh ke peringkat 12 klasemen sementara. Degradasi mental yang menjangkiti penggawa Beruang Madu, memaksa Mijo Dadic dan kawan-kawan dihadapkan pada altar perjudian saat harus meladeni tim kuat Persija Jakarta Rabu (2/2) sore ini.
“Kami harus bisa melepaskan diri dari tekanan selama ini. Semua pemain tanpa terkecuali harus bisa menunjukkan permainan terbaik mereka. Saya tidak ingin penampilan buruk selama ini kembali terulang. Untuk bisa menang disemua laga sisa termasuk menghadpai Persija besok (hari ini.Red) kami harus tampil dengan motivasi ganda,” terang Junadi.
Ya, Junaidi memang tidak hanya dihadapkan pada lawan di depan mata tim Macan Kemayoran yang bertabur bintang. Tapi demikian lawan utama yang harus dihadapi mantan pelatih Persijap Jepara ini ada pada diri penggawa Persiba secara keseluruhan.
“Motivasi yang naik turun selama ini memang manjadi kendala utama menurunnya performance tim kami. Itu tidak dipungkiri. Tapi saya harap itu sudah berlalalu, sekarang saatnya semua pemain memiliki semangat lebih yang harus konsisten,” tegas Junaidi.
Dikatakan Bang Jun-sapaan karib Junaidi, materi Persiba pada dasarnya menjadi jaminan untuk menjawab keinginan manajemen. Hanya saja motivasi yang mudah kendur berdampak pada cepat menurunnya kondisi fisik pemain membuat Persiba kerap keteteran.
“Saya berharap jiwa pemain benar-benar menyatu dengan Persiba, karena itu akan membangkitkan semangat mereka dalam setiap pertandingan. Apalagi kami harus berhadapan dengan Persija. Tapi kami optimis kami mampu membangun kekuatan terbaik kami. Kuncinya semangat dan terus semangat,” tandas mantan penggawa Persiba era Divisi Utama ini.
(san)
0 komentar:
Posting Komentar