BALIKPAPAN, Pelatih Persiba Balikpapan Hariyadi memaafkan Jason De Jong atas insiden kemarahannya saat menjamu Arema Indonesia, Rabu (23/3/2011) lalu. Hariyadi menilai anak asuh barunya itu masih perlu banyak belajar tentang sepakbola Indonesia. Tidak hanya sportifitasnya namun pemain berdarah Belanda itu harus mempelajari budaya bila bermain sepakbola di Indonesia. Yang dimaksud Hariyadi adalah budaya tata krama.
"Tadi dia sudah menyampaikan mohon maaf kepada saya atas kemarahannya saat saya gantikan dengan pemain lain," ujar Hariyadi usai memimpin latihan Mijo Dadic cs di stadion Persiba, Senin (28/3/2011). Ia menegaskan dirinya sudah memberi peringatan kepada pemain anyarnya agar tidak lagi mengulangi sifat temperamennya.
Hariyadi sendiri sudah menyampaikan alasannya mengganti De Jong dengan Jefri Dwi Hadi. Menurutnya saat pertandingan gelandang Arema Indonesia Roman Chmelo leluasa menguasai bola di area de Jong. Bila itu dibiarkan maka pertahanan timnya rawan kebobolan. "Kalau sampai saya biarkan Roman menguasai bola maka pertahanan kita akan sangat mudah ditembus," ujarnya.
Hariyadi menegaskan tidak ingin lagi melihat de Jong temperamen. Dan harus mematuhi strategi serta arahan pelatih. Sebab pelatihlah menurutnya memiliki wewenang memainkan atau tidak memainkan pemain. "Pelatih pasti tahu apa yang dilakukan terbaik untuk timnya. Tidak harus marah-marah karena kecewa digantikan kemudian pulang sebelum pertandingan berakhir. Itu tidak menghormati tim dan suporter yang menyaksikan," ujarnya.
Sementara sang pemain mengaku menyesal atas tindakannya. Pemain berambut cepak itu juga meminta maaf kepada Ketua Umum Persiba Syahril HM Taher menggunakan bahasa Indonesia. "President (ketua klub) sori emosi," ujanrya singkat sambil menyalami Syahril. De Jong menyampaikan permintaan maaf kepada Hariyadi melalui terjemahan dari striker asal Singapura Khairul Amri Muhamad. (Bay)
"Tadi dia sudah menyampaikan mohon maaf kepada saya atas kemarahannya saat saya gantikan dengan pemain lain," ujar Hariyadi usai memimpin latihan Mijo Dadic cs di stadion Persiba, Senin (28/3/2011). Ia menegaskan dirinya sudah memberi peringatan kepada pemain anyarnya agar tidak lagi mengulangi sifat temperamennya.
Hariyadi sendiri sudah menyampaikan alasannya mengganti De Jong dengan Jefri Dwi Hadi. Menurutnya saat pertandingan gelandang Arema Indonesia Roman Chmelo leluasa menguasai bola di area de Jong. Bila itu dibiarkan maka pertahanan timnya rawan kebobolan. "Kalau sampai saya biarkan Roman menguasai bola maka pertahanan kita akan sangat mudah ditembus," ujarnya.
Hariyadi menegaskan tidak ingin lagi melihat de Jong temperamen. Dan harus mematuhi strategi serta arahan pelatih. Sebab pelatihlah menurutnya memiliki wewenang memainkan atau tidak memainkan pemain. "Pelatih pasti tahu apa yang dilakukan terbaik untuk timnya. Tidak harus marah-marah karena kecewa digantikan kemudian pulang sebelum pertandingan berakhir. Itu tidak menghormati tim dan suporter yang menyaksikan," ujarnya.
Sementara sang pemain mengaku menyesal atas tindakannya. Pemain berambut cepak itu juga meminta maaf kepada Ketua Umum Persiba Syahril HM Taher menggunakan bahasa Indonesia. "President (ketua klub) sori emosi," ujanrya singkat sambil menyalami Syahril. De Jong menyampaikan permintaan maaf kepada Hariyadi melalui terjemahan dari striker asal Singapura Khairul Amri Muhamad. (Bay)

0 komentar:
Posting Komentar