JAKARTA- Sukses menorehkan dua kemenangan berharga di penghujung putaran pertama lalu, rupanya gagal dilanjutkan oleh pelatih Haryadi ketika mengawali putaran kedua ISL 2010-2011 ini bersama timnya, Persiba.
Ya, skuad Beruang Madu -julukan Persiba- harus mengulang aib kekalahan besar sebagaimana mengawali putaran pertama lalu yang dipermak tuan rumah Persib Bandung dengan skor 5-1. Kali ini Persiba harus menelan kekalahan dengan skor yang sama dari Persija Jakarta.
Menyikapi kekalahan besar timnya pada laga perdana paruh musim ini, Haryadi tampak kebingungan dengan kondisi anak asuhnya. Asa memang sempat terbukan ketika Aldo Baretto melesakkan gol panyama di babak pertama, tapi di babak kedua Persiba harus rela kebobolan empat gol tambahan.
“Saya pikir tidak ada yang salah dengan strategi yang kami terapkan di babak kedua ini. Tapi kami tidak pungkiri akibat gol bunuh diri Mijo Dadic di babak kedua langsung membuat tim kami drop,” ujar Haryadi.
Akibatnya, menurut Haryadi, pemainnya pun satu persatu kerap melakukan kesalahan elementer yang membuat terciptanya peluang bagi Persija. “Itu juga berimbas pada pressing ketat yang di babak pertama berjalan baik, justru di babak kedua anak-anak terkesan longgar. Dan itu membuka celah pemain Persija yang memang memiliki kualitas di atas rata-rata,” ungkapnya.
“Kami harus segera berbenah dan sesegera mungkin mengembalikan kepercayaan diri pemain,” sambungnya.
Haryadi memang dipaksa harus segera mengembalikan kepercayaan diri pemainnya yang selama masa jedah kompetisi diyakini mampu tampil lebih baik pada putaran kedua ini. Terlebih pasca kalah dari Persija, Persiba harus melanjutkan turnya ke kandang PSPS Pekan Baru, Sabtu (19/3).
Sialnya lagi, tak kunjung pulihnya Robertino Pugliara dan kiper I Made Wirawan dari cederanya, memaksa Haryadi harus memutar otak. Pasalnya striker Aldo Barreto harus absen saat menghadapi PSPS. “Secepatnya kami harus melakukan evaluasi. Apalagi melawan PSPS nanti Aldo harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Praktis lini depan hanya tersisa Amri, Sultan, dan Eki,” sebutnya.
Masih beruntung, matinya sayap kiri Persiba saat menghadapi Persija memang tidak terlepas absennya Dwi Joko karena akumulasi. Tapi saat menghadapi PSPS nanti, Dwi Joko sudah bisa tampil. “Saya berharap bisa mainnya Dwi Joko di Pekan Baru akan berdampak positif buat tim kami,” katanya.
“Demikian pula untuk pemain lain, kami harus berani melakukan rotasi dengan memberi kepercayaan pemain muda untuk tampil. Saya harus memberikan kepercayaan tersebut kepada semua pemain, saya akan pantau terus Hamid Moni dan Stevanus. Selama ini mereka sangat menjanjikan,” tandasnya.(san)

0 komentar:
Posting Komentar