WWW.ANDIKAFREEKICK.BLOGSPOT.COM

KOTAK KOMENTAR

Jumat, 25 Maret 2011

Rela Melepas asal Harga Pantas

Posted by Andikawap Production On Jumat, Maret 25, 2011 No comments

BALIKPAPAN – Sejumlah pemilik lahan yang terkena pelebaran jalan masuk ke Stadion Balikpapan mengaku, bersedia melepas lahan dengan harga pantas. Alasannya sederhana. Para pemilik bangunan itu hanya ingin membangun rumah baru yang besarnya kira-kira sama dengan yang akan digusur.


Dua pemilik lahan yang rumahnya masuk dalam lokasi pembebasan jalan masuk, berbincang-bincang dengan Kaltim Post, di kediaman mereka, kemarin (23/3). “Tidak perlu nama kami disebut di koran, Mas. Nanti tidak enak dengan tetangga yang lain (yang juga terkena pembebasan, Red),” tutur salah seorang warga di Jalan Martapura, RT 24, Manggar, Balikpapan Timur itu.

Rumahnya berukuran sekitar 91 meter persegi, dinding beton dengan lantai keramik.
Rumah ini, bersama sepuluh rumah lainnya di RT tersebut terkena pembebasan lahan jalan masuk yang lebarnya 40 meter dan panjang 1 kilometer. Lokasi permukiman ini hanya beberapa puluh meter dari stadion. Sementara lahan untuk jalan akses yang lain berupa kebun jagung dan pepaya.

Pemilik rumah yang ditemui Kaltim Post, sebut saja namanya Bondan, mengatakan, pada dasarnya dia siap dipindah. “Mau tanahnya diganti di tempat lain tidak masalah. Kalau ganti rugi bangunan, yang penting sesuai, saya bersedia. Orang di sini enggak susah, kok. Asalkan sesuai (harganya, Red),” sebut Bondan, diiringi anggukan istrinya.

Ganjalannya sekarang, dia diberitahu, taksasi harga rumahnya yang 7 meter x 13 meter itu Rp 148 juta. “Lha, sekarang, bikin rumah dengan uang segitu apa dapat yang seperti ini? Tapi mau bagaimana, kami ini kan masyarakat kecil,” lanjut dia.

Istrinya kemudian membandingkan dengan bangunan yang tepat di belakang dia. Bangunan ini sebagian dindingnya seng, sebagian ulin, sebagian batako dengan dua tingkat. Luasnya lebih sedikit dari rumah Bondan. “Yang itu saja Rp 200 juta. Makanya orangnya setuju,” timpal istrinya.

Dari hitung-hitungan Bondan, jika dia membangun lagi rumah dengan luas dan spesifikasi yang sama, paling tidak perlu Rp 400 juta.

Soal tanah, nilai jual objek pajak (NJOP) di situ Rp 48 ribu per meter persegi. “Ini buktinya,” kata dia, sembari memperlihatkan tanda terima Pajak Bumi Bangunan. Jika dibebaskan sesuai NJOP, dari luas 91 mater persegi, maka Bondan hanya mendapat Rp 4,3 juta. “Mau beli tanah di mana dengan harga segitu. Kalau diberi ganti tanah di tempat lain, saya mungkin masih bisa mempertimbangkan,” lanjut dia.

Di jalan masuk yang tepat di bawah tower listrik tegangan tinggi ini, ada 20 pemilik lahan. Enam di antaranya sudah bersedia dibebaskan. Sisanya 14, termasuk di dalamnya 11 bangunan.

Rio, bukan nama sebenarnya, juga punya lahan di dalam stadion masih dalam proses pembebasan. Pria berusia 50-an tahun itu mengatakan, dia masih menunggu lahan ganti rugi dibuka (land clearing). “Kalau di dalam stadion tidak ada rumah. Jadi saya tidak terlalu masalah,” katanya. (fel)







0 komentar:

Posting Komentar