BALIKPAPAN – Persiba tampaknya harus benar-benar memanfaatkan kondisi libur panjang usai melakoni Arema Indonesia untuk dijadikan modal melawat ke kandang Persiwa Wamena. Saat Beruang Madu punya waktu istirahat panjang, timBadai Pegunungan Tengah –julukan Persiwa- justru masih berkutat dengan jadwal padat.
Ya, Persiba yang memainkan laga terakhirnya pada Rabu (23/3), dan baru akan menjalani laga di markas Persiwa pada 15 April, jelas punya keunggulan dalam hal recovery. Di rentang waktu yang sama, calon tuan rumah justru menjalani 3 laga tandang. Masing-masing dilakoni di markas Persib Bandung (24/3), Persija Jakarta (6/4), dan PSPS Pekanbaru (11/4). Itu belum ditambah dengan rangkaian tandang sebelumnya di markas Sriwijaya FC pada 20 Maret.
Melihat kondisi ini, Haryadi, pelatih Persiba ternyata enggan mengakui hal itu sebagai keuntungan. Memang dari sisi kebugaran fisik pemainnya bias diunggulkan. Namun dengan lamanya waktu istirahat, hal itu juga kerap membuat kondisi tim, khususnya pada organisasi permainan, sedikit menurun. Hal itu pernah dialami Persiba di putaran pertama lalu saat libur hampir dua bulan, dan langsung mengalami penurunan permainan di laga selanjutnya. Kala itu, usai meladeni Semen Padang di kandang pada 23 November 2010, Persiba baru melakoni laga selanjutnya di kandang Arema Indonesia 19 Januari 2011.
“Memang dari kebugaran kami lebih unggul. Tapi karena libur terlalu lama, justru bisa membuat kejenuhan pada pemain. Ini yang harus dihindari,” ujar Haryadi.
Bisa jadi, Persiba yang merencanakan berangkat ke kandang Persiwa pada 12 April nanti, akan tiba berbarengan dengan Persiwa, yang sehari sebelumnya baru saja melakoni laga di markas PSPS Pekanbaru. Tapi itu juga belum bisa jadi syarat mutlak Persiba mencuri poin, karena secara tradisi tim tamu yang bertandang ke markas Persiwa sangat sulit mencuri poin.
Bahkan, Manajer Persiba, Jamal Al Rasyid sempat mengungkapkan kekhawatirannya pada sisi nonteknis yang kerap menghiasi laga kandang Persiwa. Inilah yang masih sulit diatasi tim tamu. “Jelas kami dituntut kerja lebih keras di kandang Persiwa, karena semua tim sudah tahu faktor nonteknis di Wamena sangat kuat,” ungkapnya.
Lain daripada itu, tantangan yang dihadapi Persiba juga suhu dingin karena lokasi ketinggian Stadion Pendidikan yang berada di 2.000 meter di atas permukaan laut. “Di sana memang memerlukan ketahanan fisik yang ekstra. Dinginnya cuaca dan tipisnya kadar oksigen membuat daya tahan fisik cepat habis. Ini yang harus disiasati,” tutur Jamal. “Memang kadang ada anggapan tim yang ke Wamena mengusung misi impossible, tapi saya pikir tidak ada yang tidak mungkin. Jadi kami harus tetap optimistis,” imbuhnya. (obi)

0 komentar:
Posting Komentar