BALIKPAPAN – Empat kali bertanding di Stadion Pendidikan, Wamena, skuad Persiba Balikpapan hanya mampu memetik angka satu pada putaran pertama Liga Indonesia XII 2006.
Ya, tentu saja bagi skuad Beruang Madu--julukan Persiba yang akan melakoni lanjutan putaran kedua Djarum Indonesia Super League (D-ISL) menghadapi tuan rumah Persiwa, 15 April nanti, bukan perkara mudah.
Memang secara fisik, Mijo Dadic dkk diuntungkan, sebab Badai Pegunungan Tengah—julukan Persiwa sudah lebih dulu terkuras staminanya. Karena mereka telah menghadapi Persija (6/4) lalu, selanjutnya Eddy Foday dkk menantang tuan rumah PSPS Pekanbaru (11/4) nanti, baru balikan ke kandang untuk persiapan menjamu Persiba.
Dari catatan tur Persiba ke Wamena, hanya merasakan dapat poin satu pada 12 Maret 2006 lalu setelah menahan Persiwa 0-0. Lainnya, Persiwa menang 4-0, 4-2, dan 1-0 dari 5 kali pertemuan di Wamena.
Asal tahu saja, bermain di Wamena yang kental dengan faktor nonteknis, hampir seluruh klub mengungkapkan kekhawatirannya. Bagaimana dengan Persiba? “Kami pun demikian, khawatir dengan nonteknis kalau bermain di Wamena,” ujar Ir Jamal Al Rasyid, manajer tim Persiba.
Selain nonteknis terutama faktor keberihakan wasit, faktor lainnya adalah geografis. Sebab, Stadion Pendidikan Wamena terletak di ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut. Kadar oksigen di kota itu sangat tipis dan kelembaban udara sangat tinggi, bahkan suhu udara bisa mencapai kurang dari 15 derajat celcius.
“Secara kualitas, permainan berimbang dan di putaran pertama lalu, Persiba di kandang menang besar 4-0 atas Persiwa. Ya, kali ini giliran kita ke Wamena, dan mereka memang sulit dikalahkan di kandangnya,” ungkap Jamal. (is2)
Ya, tentu saja bagi skuad Beruang Madu--julukan Persiba yang akan melakoni lanjutan putaran kedua Djarum Indonesia Super League (D-ISL) menghadapi tuan rumah Persiwa, 15 April nanti, bukan perkara mudah.
Memang secara fisik, Mijo Dadic dkk diuntungkan, sebab Badai Pegunungan Tengah—julukan Persiwa sudah lebih dulu terkuras staminanya. Karena mereka telah menghadapi Persija (6/4) lalu, selanjutnya Eddy Foday dkk menantang tuan rumah PSPS Pekanbaru (11/4) nanti, baru balikan ke kandang untuk persiapan menjamu Persiba.
Dari catatan tur Persiba ke Wamena, hanya merasakan dapat poin satu pada 12 Maret 2006 lalu setelah menahan Persiwa 0-0. Lainnya, Persiwa menang 4-0, 4-2, dan 1-0 dari 5 kali pertemuan di Wamena.
Asal tahu saja, bermain di Wamena yang kental dengan faktor nonteknis, hampir seluruh klub mengungkapkan kekhawatirannya. Bagaimana dengan Persiba? “Kami pun demikian, khawatir dengan nonteknis kalau bermain di Wamena,” ujar Ir Jamal Al Rasyid, manajer tim Persiba.
Selain nonteknis terutama faktor keberihakan wasit, faktor lainnya adalah geografis. Sebab, Stadion Pendidikan Wamena terletak di ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut. Kadar oksigen di kota itu sangat tipis dan kelembaban udara sangat tinggi, bahkan suhu udara bisa mencapai kurang dari 15 derajat celcius.
“Secara kualitas, permainan berimbang dan di putaran pertama lalu, Persiba di kandang menang besar 4-0 atas Persiwa. Ya, kali ini giliran kita ke Wamena, dan mereka memang sulit dikalahkan di kandangnya,” ungkap Jamal. (is2)

0 komentar:
Posting Komentar