WAMENA - Kekalahan Persiba Balikpapan dengan skor menyakitkan 3-1 dari tuan rumah Persiwa Wamena, sedikitbanyak tak lepas dari faktor kepemimpinan wasit Jhoni Perera. Selama 2x45 menit berjalan, banyak keputusan yang dianggap merugikan tim Persiba.
Pelatih Persiba Balikpapan, Haryadi menegaskan bahwa peluang timnya untuk menang sangat terbuka lebar jika saja wasit asal Bali tersebut bisa memimpin dengan baik.
"Terus terang, saya pribadi dan tim sangat kecewa. Kami sangat dirugikan dengan sikap wasit yang tidak memimpin dengan baik," tegas Hariyadi usai pertandingan, tadi malam.
Hariyadi menyebutkan, kepemimpinan wasit yang seolah berat sebelah tersebut terlihat dari beberapa kejadian. Di antaranya hansball beberapa pemain Persiwa Wamena dibiarkan begitu saja, bahkan pemain Persiwa Wamena sempat terlihat menggunakan tangannya untuk membobol jaring Made Wirawan saat terjadi kemelut di muka gawang.
Disamping itu, Persiba juga merasa dirugikan dengan sikap wasit dan hakim garis yang beberapa kali menggap serangan pemain depan Persiba offside. Padahal, pemain Persibda tidak dalam posisi perangkap offside. Kemudian Sultan Samma yang ditekel keras di dalam kotak terlarang, juga dibiarkan.
"Ada banyak lagi selain itu, termasuk saat Erik Setiawan duel dengan pemain Persiwa. Semestinya pelanggaran dapat kita karena Erik dilanggar hingga terlempar jauh, eh malah tim lawan yang dapat. Ini kan ngaco," terang Hariyadi.
Kendati demikian, Hariyadi tidak ingin ambil pusing. "Yah beginilah kondisinya, semua melihat. Mau bagaimana lagi, yang penting kita sudah berusaha," tuturnya.
Lanjut ia, mengungkapkan, timnya pada dasarnya bisa mengimbangi permainan Persiwa Wamena yang begitu agresif dengan dukungan ribuan warga Wamena. Skuad beruang madu memberikan perlawanan sengit di kandang Badai Pegunungan Tengah. Dia menilai, anak aksuhnya bermain bagus terus menekan awal babak pertama yang banyak menciptakan peluang. Bahkan, unggul lebih dulu.
"Anak-anak main bagus, bahkan kita menguasai permainan sebenarnya. Namun kondisi berubah saat wasit tidak bersikap baik, ditambah faktor cuaca hujan dan dingin," pungkas Hariyadi.
"Anak-anak main bagus, bahkan kita menguasai permainan sebenarnya. Namun kondisi berubah saat wasit tidak bersikap baik, ditambah faktor cuaca hujan dan dingin," pungkas Hariyadi.
Manajer tim Persiba Ir Jamal Al Rasyid juga menyesalkan kepemimpinan wasit dan kedua asisstennya. "Pertindangan jadi berubah kacau, padahal kita bermain bagus. Saya sangat over kecewa," tandas Jamal.
Sementara itu, Persiwa Wamena sukses meraih poin penuh. Pelatih Suharno, mengaku sangat bersyukur bisa memenangkan pertandingan melawan Persiba. Kemenenagan ini tidak lepas dari kesabaran dan ketenangan para pemainnya saat bertanding.
"Persiba itu tim bagus. Dengan tipe permainan menyerang sangat sulit bagi kita kalau mengikuti cara mereka. Satu orang seperti Aldo Bareto sama seperti tiga pemain kita. Makanya begitu ada peluang diselesaikan dengan baik," tandas Suharno.
Kemenangan ini menurut Suharno menjadi langkah baik untuk capai target posisi papan atas hingga akhir musim Indonesia Super Ligue (ISL).
"Dengan kemenangan ini, kita semakin semangat mengejar posisi papan atas. Untuk capai itu kita harus amankan sisa laga home dan curi poin di tandang. Itu cara kita untuk bisa naik dalam klasemen,"pungkas Suharno. (die)
"Dengan kemenangan ini, kita semakin semangat mengejar posisi papan atas. Untuk capai itu kita harus amankan sisa laga home dan curi poin di tandang. Itu cara kita untuk bisa naik dalam klasemen,"pungkas Suharno. (die)

0 komentar:
Posting Komentar