
Kesebelasan Persiba Balikpapan meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia tak mempedulikan ultimatum FIFA terkait ancaman badan sepak bola dunia ini yang akan membekukan PSSI bila tetap meloloskan pencalonan George Toisutta, Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie.
“Tidak usah hiraukan FIFA bila keputusannya merugikan Indonesia,” kata Ketua Umum Persiba, Syahrir Taher, Selasa (19/4).
Syahrir mengatakan, sebanyak 78 klub dan pemegang suara PSSI bersepakat tetap mengusung tiga tokoh nasional tersebut untuk maju dalam Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI. Intervensi FIFA, menurutnya, hanya mengganggu kemajuan dunia persepakbolaan di Indonesia.
Syahrir juga mengkritik keputusan FIFA tersebut yang dikeluarkan tanpa mempertimbangkan aspirasi dari klub-klub negara bersangkutan. Keputusan FIFA juga dianggap menzalimi Toisutta, Arifin Panigoro dan Nirwan yang jelas-jelas tidak melanggar statutanya.
“Terus kenapa mereka tidak boleh mencalonkan diri? Mereka tidak melanggar statuta FIFA, kenapa tidak boleh mencalonkan diri ?” ujar Syahrir.
Syahrir sudah merasa cukup kuat saat pemerintah memberikan dukungan Komite Normalisasi dan 78 pemilik hak suara PSSI. Dia meminta seluruh insan persepakbolaan Indonesia kompak menolak intervensi FIFA ini. “FIFA juga didiami orang orang juga. Mereka juga bisa salah,” katanya.
Persiba menyatakan bersimpati pada pencalonan Jenderal George Toisutta menjadi Ketua Umum PSSI pada kongres mendatang. Kasad TNI ini dinilai berkomitmen membangun dunia persepakbolaan Indonesia pascakepemimpinan Nurdin Halid.
Syahrir berpendapat, Toisutta sudah terbukti perduli pada kemajuan olahraga sepak bola dengan menjadi pengurus tim Persija Jakarta maupun Persib Bandung. Keterlibatannya dalam dunia sepak bola sudah memenuhi syarat maju sebagai Ketua Umum PSSI.
Persiba sudah lama mengagumi jenderal bintang empat ini yang berkomitmen ingin membangun PSSI kedepannya. Syahrir memberikan respons positif atas kesediaan tokoh nomor satu TNI AD saat bersedia ikut dalam bursa calon ketua umum PSSI.
Klub di Kalimantan Timur sudah menyatukan sikap penolakan kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid. Tim tersebut terdiri Persiba, Persisam Samarinda, Bontang FC dan Mitra Kukar sudah melayangkan somasi tidak percaya.
Klub-klub di Kalimantan Timur, termasuk di antara 84 pengurus daerah, secara resmi mencabut legitimasi dukungan kepada kepengurusan PSSI. Pengurus daerah menginginkan perubahan serta reformasi pengurus PSSI periode 2011- 2015.
SG WIBISONO
0 komentar:
Posting Komentar