BALIKPAPAN – Sebagian pencinta sepak bola di Indonesia sering beranggapan bahwa tur ke kandang Persiwa Wamena merupakan mission impossible. Itu juga yang pernah ditunjukkan Persiba musim lalu. Tapi kini,Beruang Madu tidak ingin hanya mengantarkan poin bagi penghuni Stadion Pendidikan.
Persiba yang akan melakoni laga melawan tim Badai Pegunungan Tengah –julukan Persiwa- pada 15 April mendatang tetap optimistis bisa mendulang poin. Meski bukan pekerjaan mudah, namun peluang itu masih ada. “Kami harus tetap optimistis menatap semua laga, baik kandang ataupun tandang. Termasuk saat kami bermain di Wamena,” ujar Haryadi. “Kami ke sana dengan kekuatan terbaik,” imbuhnya.
Keseriusan Haryadi itu juga menjadi jawaban bahwa Persiba tidak akan mengulangi strategi musim lalu saat memberangkatkan tim pelapis untuk melawan Persiwa. Kala itu, Persiba yang masih ditangani Haryadi bersama dengan penasihat teknik Daniel Roekito, memilih memainkan pemain-pemain muda karena yakin tur Wamena tidak akan menghasilkan poin.
“Tim inti ataupun pelapis, toh tetap saja nama Persiba yang dibawa. Dan saya tidak ingin tim pelapis yang dimainkan di sana. Siapapun yang siap, itu yang akan saya turunkan,” ungkapnya.
Benar saja, dengan pilihan strategi seperti itu, Persiba dibantai Persiwa 0-4. Itu juga merupakan kekalahan terbesar musim lalu. “Saya pikir kami harus serius di semua pertandingan,” ungkapnya.
Dengan materi yang dimiliki Persiba saat ini, Haryadi yakin bisa mendapatkan poin di Wamena. Ia memang tidak mematok kemenangan, namun hasil imbang dinilai cukup maksimal. “Sejauh ini memang sangat berat mengalahkan Wamena di kandangnya. Tapi bukan tidak mungkin kami mencuri poin di sana,” ucap mantan pelatih Persepar Palangkaraya itu.
Sebagai catatan, musim ini Persiwa juga tidak mulus melakoni laga kandang. Mereka sudah dua kali ditahan imbang tamunya, Persisam Putra Samarinda dan Persela Lamongan.
Memang pantas jika Persiwa selama ini sulit ditaklukkan di kandangnya. Selain faktor geografis karena Wamena berada di dataran tinggi, yang menjadikan kadar oksigen tipis, serta cuaca yang sangat dingin, Persiwa laga di Wamena juga kerap dihiasi laporan dari tim tamu akan adanya faktor nonteknis. Kerap kali tim yang bertanding di Wamena mengaku dicurangi, dan merasa dirugikan kepemimpinan wasit.
“Kondisi seperti itu memang kerap terjadi di Indonesia. Tapi saya tidak menuduh mereka curang atau seperti apa. Yang jelas kami harus tetap berpikir positif bahwa semua tim pasti bisa dikalahkan. Syaratnya, kami harus fokus sepanjang pertandingan. Memang faktor cuaca dingin kerap menyulitkan, makanya kami terus membenahi kondisi daya tahan pemain,” tutur Haryadi. (obi)
Persiba yang akan melakoni laga melawan tim Badai Pegunungan Tengah –julukan Persiwa- pada 15 April mendatang tetap optimistis bisa mendulang poin. Meski bukan pekerjaan mudah, namun peluang itu masih ada. “Kami harus tetap optimistis menatap semua laga, baik kandang ataupun tandang. Termasuk saat kami bermain di Wamena,” ujar Haryadi. “Kami ke sana dengan kekuatan terbaik,” imbuhnya.
Keseriusan Haryadi itu juga menjadi jawaban bahwa Persiba tidak akan mengulangi strategi musim lalu saat memberangkatkan tim pelapis untuk melawan Persiwa. Kala itu, Persiba yang masih ditangani Haryadi bersama dengan penasihat teknik Daniel Roekito, memilih memainkan pemain-pemain muda karena yakin tur Wamena tidak akan menghasilkan poin.
“Tim inti ataupun pelapis, toh tetap saja nama Persiba yang dibawa. Dan saya tidak ingin tim pelapis yang dimainkan di sana. Siapapun yang siap, itu yang akan saya turunkan,” ungkapnya.
Benar saja, dengan pilihan strategi seperti itu, Persiba dibantai Persiwa 0-4. Itu juga merupakan kekalahan terbesar musim lalu. “Saya pikir kami harus serius di semua pertandingan,” ungkapnya.
Dengan materi yang dimiliki Persiba saat ini, Haryadi yakin bisa mendapatkan poin di Wamena. Ia memang tidak mematok kemenangan, namun hasil imbang dinilai cukup maksimal. “Sejauh ini memang sangat berat mengalahkan Wamena di kandangnya. Tapi bukan tidak mungkin kami mencuri poin di sana,” ucap mantan pelatih Persepar Palangkaraya itu.
Sebagai catatan, musim ini Persiwa juga tidak mulus melakoni laga kandang. Mereka sudah dua kali ditahan imbang tamunya, Persisam Putra Samarinda dan Persela Lamongan.
Memang pantas jika Persiwa selama ini sulit ditaklukkan di kandangnya. Selain faktor geografis karena Wamena berada di dataran tinggi, yang menjadikan kadar oksigen tipis, serta cuaca yang sangat dingin, Persiwa laga di Wamena juga kerap dihiasi laporan dari tim tamu akan adanya faktor nonteknis. Kerap kali tim yang bertanding di Wamena mengaku dicurangi, dan merasa dirugikan kepemimpinan wasit.
“Kondisi seperti itu memang kerap terjadi di Indonesia. Tapi saya tidak menuduh mereka curang atau seperti apa. Yang jelas kami harus tetap berpikir positif bahwa semua tim pasti bisa dikalahkan. Syaratnya, kami harus fokus sepanjang pertandingan. Memang faktor cuaca dingin kerap menyulitkan, makanya kami terus membenahi kondisi daya tahan pemain,” tutur Haryadi. (obi)

0 komentar:
Posting Komentar