
BALIKPAPAN – Rangkaian hasil buruk yang didapat Persiba kala melawat ke Papua, ternyata tidak membuat timBeruang Madui merasa kehilangan satu pemain pilarnya Jason de Jong. Pemain yang tidak diberangkatkan ke Papua karena di detik-detik terakhir keberangkatan mengaku mengalami cedera itu, dinilai tidak menjadi problem besar jika tidak dimainkan.
Jamal Al Rasyid, manajer Persiba menilai tanpa kehadiran De Jong di dua laga di Papua, timnya ternyata masih tetap bisa menunjukkan tingkat permainan yang kompetitif. Bahkan ia melihat, pemainnya lebih padu tanpa kehadiran De Jong.
“Saya lihat tidak ada masalah tanpa adanya De Jong. Memang dia kami harapkan bisa bermain saat tur Papua. Tapi kenyataan dia yang mengaku cedera sebelum kami berangkat, menjadikan kami berupaya bermain tanpanya. Nyatanya, tim tidak menurun kualitasnya,” ucapnya.
Tanpa De Jong, jelas itu menjadi satu anomali, karena pemain timnas Singapura itu dibeli Persiba saat jeda kompetisi lalu. Ia diharapkan bisa menggantikan peran Kim Yong-hee yang dipinjamkan ke Sriwijaya FC. Bukan hanya dari sisi teknis, tenaga De Jong yang tak termanfaatkan jelas menjadi kerugian bagi Persiba karena ia merupakan pemain yang tergolong mahal. Meski tidak ada keterangan resmi dari manajemen Beruang Madunamun kontrak pemain yang mulai melejit namanya saat membela Filipina di ajang AFF Suzuki Cup akhir tahun lalu itu, mencapai Rp 400 juta untuk setengah musim.
Bagi Jamal, dengan atau tanpa De Jong, ia tidak khawatir timnya bisa maskimal. “Buktinya sudah ada kok, kami sebenarnya bisa mengimbangi Persipura (imbang 1-1 sampai menit ke-88) meski ada kendala non teknis yang merugikan kami. Begitupun saat lawan Persiwa, kami juga kalah karena wasit,” ujarnya.
Dalam dua laga itu, peran De Jong di lapangan tengah Persiba mampu diperankan dengan baik oleh Asri Akbar. Apalagi dengan pulihnya Robertino Pugliara sebagai pengatur serangan, absennya De Jong kian tidak menjadi hal yang berarti.
Perdebatan perlu atau tidaknya De Jong dimasukkan dalam skuad Persiba saat menjamu Persela memang hanya akan terjawab dengan keputusan pelatih Haryadi. Namun sebelum menentukan starting eleven, perlu diingat bahwa De Jong juga tidak tampil maksimal saat Persiba bermain imbang kontra Arema pada laga kandang terakhir. Bahkan pemain keturunan Filipina-Belanda itu ditarik keluar saat pertandingan belum genap 30 menit.
Saat itu pula De Jong menunjukkan karakter aslinya. Ia memberikan reaksi berlebihan atas keputusan Haryadi itu, dan menjadi masalah besar, hingga muncul ancaman untuk pemberian sanksi. Meski akhirnya sanksi itu dicabut, dan ia dimaafkan, namun kasus tidak berangkatnya De Jong ke Papua, juga menjadi pertanyaan besar. Saat itu, Jamal dan seisi tim sempat berang lantaran ia yang sudah dipesankan kursi penerbangan, menyatakan diri tidak bisa berangkat karena cedera ringan. Walaupun saat itu sudah ada rekomendasi dari dokter tim, tapi tetap saja hal itu menjadi pertanyaan besar. Ada apa sebenarnya dengan mental De Jong. (obi)
0 komentar:
Posting Komentar