BALIKPAPAN– Manajemen tim Persiba mempertanyakan kinerja PT Liga Indonesia (PT LI) terhadap laporan tindakan kontroversial kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra yang memimpin laga derby Kaltim Persiba Balikpapan melawan Persisam Putera Samarinda yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (8/5) lalu.
Menurut Manajer tim Persiba Ir.Jamal Al Rasyid, beberapa keberatan yang tidak diterima Persiba terhadap keputusan wasit Oki diantaranya tidak memberikan kartu merah terhadap penjaga gawang Persisam Wawan Hendrawan yang sengaja menahan bola sundulan Aldo Baretto di luar kotak 16. Padahal sesuai rule of the game FIFA, aksi seperti Wawan tersebut layak dikartu merah.
Selain itu, Persiba juga memprotes gol Sultan Samma yang dianulir karena dianggap offside, padahal sangat jelas Sultan dalam posisi play on. Selain itu juga memprotes kartu kuning buat Mijo Dadic karena dianggap melakukan aksi protes berlebihan, padahal protes Mijo terbilang biasa apalagi dia merupakan kapten tim. Begitu pula pemberian hukuman tendangan penalti yang berbau diving Gangga.
“Saya sudah hubungi salah satu staff BLI (PT LI,Red.), katanya sudah diterima berkas laporan kita (Persiba,Red), hanya saja memang belum diproses,”ujar Jamal, tadi malam.
Ia mengaku, sedikit kecewa dengan PT LI karena berkas laporan tersebut sudah dilayangkan usai pertandingan. Jamal berharap laporan tersebut segera diproses dan ada tindakan tegas berupa sanksi buat wasit Oki.
“Permintaan kami kepada BLI dalam berkas keberatan tersebut bahwa wasit Oki harus dirumahkan, sehingga tidak boleh memimpin beberapa laga di ISL, karena keputusannya sangat fatal dan dilihat jutaan pencinta sepakbola di Indonesia,” terangnya.
Setiap kali ada keputusan wasit yang merugikan tim Persiba kata Jamal, pihaknya langsung melaporkan kepada PT LI, tapi responnya selalu lambat. Sehingga wasit yang merugikan Persiba sudah memimpin satu atau dua pertandingan baru diberi sanksi oleh PT LI. “Seharusnya kalau prosesnya cepat, wasit yang merugikan Persiba sudah langsung diparkir,”kata Jamal.
Menurut Jamal, pihaknya akan terus mempertanyakan tentang keputusan-keputusan wasit Oki yang merugikan tim Persiba. “Semua yang menonton di televisi bisa menjadi saksi terhadap tindakan wasit Oki kepada tim Persiba. Bahkan komentator Antv jelas-jelas mengakui bahwa tindakan wasit Oki sangat fatal karena tidak memberikan kartu merah kepada penjaga gawang Persisam serta menganulir gol Sultan,” tuturnya.
“Persiba tetap akui kekalahan ini, asalkan secara fair. Tapi kalau keputusan seperti yang dilakukan wasit Oki, saya kira tim manapun tidak akan menerima,” tandasnya.
Dikatakan, PSSI saat ini mendapat sorotan masyarakat karena dianggap tidak bisa melaksanakan kompetisi dengan baik, termasuk tidak beres dalam meningkatkan kualitas wasit yang memimpin pertandingan.”Jadi semua orang bisa menilai apakah betul wasit Oki layak menjadi wasit terbaik di ISL?,”pungkas Jamal.
Untuk diketahui, Oki Dwi Putra juga pernah mendapat protes keras dari pemain Sriwijaya FC saat memimpin pertandingan melawan Persisam di Stadion Segiri, 16 Januari lalu. Saat itu Persisam juga menang 4-1. Adalah Oktovianus Maniani yang menanduk wasit Oki, karena tidak puas dengan keputusan wasit. Hal tersebut berbuntut kartu merah buat Oktovianus. Beruntung dalam sidang komdis, Oktovianus hanya diberi hukuman percobaan.(vie)

0 komentar:
Posting Komentar