SATU lagi calon defender masa depan Persiba yang merupakan putra asli Balikpapan yakni Alief Maulana, memiliki masa depan yang cerah. Ketika melawan tuan rumah Persisam Putra Samarinda dalam laga derby super panas Minggu (8/5) lalu, Alief bermain cukup taktis dan mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik. Bahkan penyerang-penyerang Persisam seperti Julio Lopez dan Choi Dong Soo kesulitan untuk melewati pria kelahiran Balikpapan, 26 Maret 1987 ini.
Sebagai pemain berusia muda, Alief mengaku, bangga karena bisa dipercayakan pelatih untuk bermain selama 90 menit dalam partai bergengsi hanya saja karena kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra yang buruk, sehingga Alief dianggap berbuat kesalahan ketika melanggar I Wayan Gangga Mudana didalam kotak penalti yang berbau diving. Padahal pelanggaran Alief tidak terlalu keras.
Ketika dipercayakan pelatih Haryadi untuk bermain selama 90 menit, Alief sempat kaget karena selama tiga musim membela Persiba baru sekali itu dirinya dipercayakan bermain penuh.
“Awalnya saya tidak menyangka kalau menjadi pemain itu dalam partai yang sangat bergengsi. Tapi ketika bermain perasaan saya biasa aja, karena sudah sering bermain di Stadion Segiri waktu saya memperkuat Kaltim di PON XVII,”ujarnya.
Alief mengatakan, sebagai putra asli Balikpapan dirinya memiliki motivasi yang tinggi untuk mengalahkan Persisam. “Saya ini lahir di Balikpapan, jadi saya berusaha bermain sebaik mungkin untuk membela tim dari tanah kelahiran saya,” tandas Alief.
Menurut Alief, menjelang akhir kompetisi ini tim Persiba mulai menemui pola permainan yang ideal didukung dengan kerjasama tim dan kekompakan ketika berada di lapangan. “Dengan pola permainan ideal yang dimiliki Persiba saat ini telah membuat tim-tim di ISL kesulitan untuk mengalahkan Persiba. Saya berharap kondisi ini bertahan hingga akhir kompetisi,”pungkasnya.(vie)

0 komentar:
Posting Komentar