Persiba Balikpapan melayangkan protes kepemimpinan dua wasit yang dianggap merugikan permainan tim berjuluk Beruang Madu ini dalam kompetisi Liga Super Indonesia. Dua wasit yang jadi persoalan adalah saat memimpin pertandingan di laga kandang Persipura Jayapura dan Persisam Samarinda.
“Kami sudah melayangkan protes resmi kepada Badan Liga Indonesia,” kata Manajer Persiba, Jamal Al’Rasyid, Kamis, 12 Mei 2011.
Persiba mengalami kekalahan menyakitkan saat menjalani lawatan ke kandang Persipura (3-1) dan Persisam (4-1). Dalam dua pertandingan tersebut, Persiba merasa kekalahannya lebih disebabkan oleh faktor nonteknis, yaitu kepemimpinan wasit Djumadi Effendy dan Oki Dwi Putra.
Saat melawat ke Persipura, tim Balikpapan mengeluhkan kepemimpinan wasit Djumadi Effendy yang dinilai menguntungkan tim tuan rumah. Persiba menyebut sikap wasit yang mengabaikan protes pemain hingga ancaman pemukulan striker Sultan Samma.
Demikian pula saat wasit Oki Dwi Putra memimpin laga derby Persisam versus Persiba di Stadion Segiri Samarinda. Persiba menyoroti keputusan wasit yang hanya mencabut kartu kuning saat kiper Persisam, Wawan Hendrawan, dengan sengaja menahan bola dengan tangan di luar kotak penalti gawangnya.
Persiba juga memprotes gol Sultan Samma yang dianulir karena dianggap offside, padahal dalam posisi play on. Selain itu juga keputusan pemberian kartu kuning buat Mijo Dadic karena dianggap melakukan aksi protes berlebihan.
Jamal berharap Badan Liga Indonesia segera memproses seluruh protes serta memberikan sanksi tegas kepada dua wasit tersebut. Dia menilai dua wasit tersebut sering memberikan keputusan merugikan bagi para tim tamu di setiap laga tandang.
Persiba masih menyisakan tiga laga kandang menghadapi Persib Bandung, Sriwijaya FC, dan Persijap Jepara. Kemenangan tersebut akan berdampak positif terhadap posisi Persiba yang tertahan di peringkat 11 klasemen lewat pengumpulan 29 poin dari 23 laga.(tempo)

0 komentar:
Posting Komentar