BALIKPAPAN -Persyaratan yang dikeluarkan PSSI untuk peserta kompetisi Level 1 dan juga larangan pemakaian APBD untuk klub sepak bola, membuat pengurus klub harus memutar otak untuk bisa mendapatkan dana guna membawa timnya untuk tetap eksis di dunia persepakbolaan. Begitu pula yang dihadapi Persiba Balikpapan saat ini.
Salah satu pengamat serta pelatih sepakbola Balikpapan Muhammad Arsyad mengatakan, sudah semestinya pemerintah tetap mengupayakan mencari solusi. Pria yang akrab disapa Daeng Arsyad ini juga berharap kearifan masyarakat lokal untuk turut peduli terhadap Persiba.
“Dalam kondisi yang demikian saya pikir kearifan masyarakat lokal sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup tim Persiba di musim kompetisi mendatang dan selanjutnya. Dengan demikian Persiba bisa terus eksis,” kata Daeng, kemarin.
Digambarkan oleh Daeng, hanya butuh 5 ribu hingga 10 ribu jiwa dari 600 ribu jumlah penduduk Balikpapan, untuk peduli terhadap keuangan Persiba sekaligus menanamkan saham. “Tentunya dari jumlah tersebut harus bisa dipilah-pilah, mana warga yang masuk kategori atas, menengah dan bawah. Sehingga besaran bantuannya pun berbeda. Karena selain sebagai penonton, mereka sekaligus sebagai pemegang saham. Saya pikir ini sangat ideal demi nama besar Persiba dan Kota Balikpapan,” terang Daeng.
“Demikian pula dengan keberadaan perusahaan besar di Balikpapan, mungkin untuk ini pengambil kebijakan dalam hal ini pemerintah bisa membantu mendatangkan perusahaan tersebut untuk jadi investor,” timpalnya.
Daeng berharap dari gambarannya tersebut setidaknya, warga yang masuk kategori atas mau menggelontorkan dananya sedikitnya Rp 5 juta, dan selanjutnya ke bawah sesuai klasifikasinya. “Ayolah sama-sama bagaimana menjaga moto Kota Balikpapan ini. Jangan hanya sekadar dijadikan moto saja tapi harus bisa diterapkan dalam tindakan nyata. Moto Balikpapan Kubangun Kujaga dan Kubela, secara keseluruhan untuk kota ini. Dan di dalamnya ada Persiba. Jadi jangan pisahkan penerapannya. Ini juga yang harus kita perjuangkan untuk terus eksis,” beber mantan pelatih Persiba Balikpapan ISL U-21 ini.
Sebagai satu-satunya klub yang terus eksis di persepakbolaan nasional, kata Daeng, Persiba tidak hanya mengharumkan Balikpapan di level nasional saja, tapi nama Balikpapan melalui Persiba sudah berhasil mendunia. Untuk itu pula, demi eksistensi Persiba, peranan pemerintah pun jangan sampai pudar. Karena masih sangat dibutuhkan bagi Persiba dalam beberapa tahun ke depan. “Termasuk menghadapi musim depan yang sangat mepet waktunya,” singkat dia.
Apa yang telah diperjuangkan oleh pengurus Persiba sudah sangat baik, demikian pula upaya pemerintah melalui Wali Kota dan DPRD. “Hal inilah yang mengingatkan saya ketika bersama almarhum Syarifudin Yoes (mantan Wali Kota Balikpapan,Red.) saat menangani Persiba. Sebagai Wali Kota, beliau tidak hanya sekadar peduli, tapi beliau seorang pemikir bagaimana Persiba ke depan untuk terus eksis. Hal itulah yang sempat saya bersama almarhum ketika itu menangis. Semoga saja dengan kepedulian semua warga dan juga peranan pemerintah mampu dibuktikan dengan terus eksisnya Persiba ke depan,” pungkas Daeng Arsyad. (san)

0 komentar:
Posting Komentar